Berbeda dengan PayLater, dana pinjol dapat digunakan untuk berbagai keperluan, baik konsumtif maupun produktif, tanpa terikat pada platform belanja tertentu.
Baca Juga: Cara Bayar Pakai QRIS Shopee PayLater, Praktis dan Mudah
Perbedaan Utama PayLater dan Pinjol
Meski sama-sama berbasis digital, PayLater dan pinjol memiliki perbedaan mendasar dalam berbagai aspek berikut.
- Tujuan Penggunaan
PayLater ditujukan khusus untuk transaksi di merchant mitra, seperti belanja online, pemesanan tiket, atau layanan perjalanan.
Sementara pinjol memberikan fleksibilitas penuh karena dana tunai dapat digunakan untuk kebutuhan apa pun, termasuk kebutuhan darurat dan modal usaha.
- Cara Kerja dan Mekanisme
PayLater terintegrasi langsung di aplikasi e-commerce dengan proses verifikasi sederhana dan persetujuan cepat.
Pinjol memerlukan pengajuan melalui aplikasi terpisah dengan dokumen lebih lengkap dan proses verifikasi yang relatif lebih lama.
Baca Juga: Cara Daftar BCA PayLater di MyBCA, Simak Tips Agar Disetujui
- Limit dan Pencairan Dana
PayLater memberikan limit kredit non-tunai yang umumnya berkisar dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah, tergantung profil pengguna.
Pinjol menawarkan dana tunai dengan nominal bervariasi yang langsung dicairkan ke rekening peminjam.
- Bunga dan Biaya
Dari sisi biaya, PayLater cenderung lebih ringan dengan bunga sekitar 2–4 persen per bulan, bahkan ada promo cicilan 0 persen.
Pinjol legal dibatasi oleh OJK dengan bunga maksimal 0,4 persen per hari, sedangkan pinjol ilegal kerap menerapkan bunga sangat tinggi tanpa batas jelas.
- Tenor Pembayaran
