Kapasitas Muara Angke Kelebihan Muatan, KPKP DKI Catat 2.564 Kapal Bersandar

Kamis 29 Jan 2026, 21:30 WIB
Suasana di Dermaga T Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis, 29 Januari 2026, terlihat kapal-kapal nelayan yang sedang bersandar. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Suasana di Dermaga T Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis, 29 Januari 2026, terlihat kapal-kapal nelayan yang sedang bersandar. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

PENJARINGAN, POSKOTA.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta buka suara terkait padatnya kolam labuh di Dermaga T Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kondisi Dermaga T Pelabuhan Muara Angke dilaporkan semerawut akibat banyaknya kapal nelayan yang bersandar. Situasi ini dikeluhkan karena dinilai mengganggu aktivitas pelabuhan.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, membenarkan bahwa Pelabuhan Muara Angke merupakan pelabuhan pendaratan ikan yang dikelola UPT Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan di bawah Dinas KPKP DKI Jakarta.

"Kapasitas tambat labuh kapal di PPN Muara Angke sekitar 400–500 kapal, namun sejak terjadi cuaca ekstrem di Jakarta, jumlah kapal yang bersandar mencapai 2.564 kapal," kata Hasudungan kepada Poskota melalui pesan singkat, Kamis, 29 Januari 2026.

Baca Juga: Genangan di Jalan Daan Mogot Surut, Lalu Lintas Cengkareng Kembali Normal

Menurut Hasudungan, lonjakan jumlah kapal juga dipicu oleh penambahan rekomendasi pangkalan untuk kapal baru yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Selama tahun 2025 telah terjadi penambahan rekomendasi untuk 400 kapal baru," ucapnya.

Kepadatan kapal yang melebihi kapasitas tersebut membuat ruang gerak kapal semakin sempit dan menyulitkan aktivitas keluar masuk pelabuhan.

Untuk mengatasi kondisi ini, Hasudungan menyebut pihaknya telah menyiapkan penambahan dermaga baru sepanjang 120 meter yang diproyeksikan mampu menampung hingga 600 kapal.

Selain itu, KPKP DKI juga berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan agar sementara waktu tidak menerbitkan rekomendasi pangkalan baru.

"Melakukan pemetaan alur keluar masuk kapal bekerja sama dengan Syahbandar," jelasnya.


Berita Terkait


News Update