Sayangnya, miskomunikasi ini dengan cepat berubah menjadi kabar bohong yang merugikan.
Narasi palsu berkembang, menyebut Eva Nurasyifa terlibat video call dewasa hingga menjadi korban penipuan dengan iming-iming uang.
Situasi ini kemudian dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Berbagai kata kunci seperti “Eva Nurasyifa eksklusif”, “Eva Nur viral 7 menit”, hingga “Eva Nur Asyifa viral” sengaja disebarkan demi menarik perhatian dan klik.
Tak sedikit akun palsu bermunculan, menawarkan tautan yang diklaim berisi konten pribadi atau dewasa milik Eva Nurasyifa.
Baca Juga: Viral Paspampres Disemprot Wartawan Inggris Karena Larang Meliput Kunjungan Presiden Prabowo
Peringatan Keamanan Digital untuk Warganet
Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap link mencurigakan yang beredar di media sosial. Tautan yang dibagikan oleh akun tidak resmi hampir dapat dipastikan merupakan penipuan.
Link tersebut berpotensi mengarah ke situs tidak relevan, praktik phishing untuk mencuri data pribadi, atau bahkan penyebaran malware yang membahayakan perangkat pengguna.
Klarifikasi ini diharapkan dapat menghentikan penyebaran misinformasi yang merugikan Eva Nurasyifa sekaligus menyesatkan publik.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi warganet untuk selalu memverifikasi informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya, demi menjaga keamanan serta kesehatan ruang digital.
