Sebagai tulang punggung keluarga, kondisi ini berdampak langsung pada penghasilan hariannya.
Baca Juga: Video Mutiara 13 Menit 27 Detik Viral, Identitas Pemeran Masih Tanda Tanya
Rutinitas Suderajat Sebelum Kasus Viral
Dalam kesehariannya, Suderajat memulai aktivitas sejak pukul 04.00 WIB. Ia mengambil es gabus dari pabrik rumahan di kawasan Depok Lama, lalu berangkat menuju Kemayoran sekitar pukul 05.00 WIB menggunakan kereta.
Biasanya, ia berjualan di sekitar sekolah dasar dan berkeliling hingga sore hari.
“Saya bawa 150 buah setiap hari, dijual Rp2.000. Paling dapat Rp200.000-an karena harus setor ke bos,” katanya.
Video Viral Ikhwan dan Heri Picu Reaksi Publik
Kasus ini semakin ramai setelah video yang menampilkan Ikhwan dan Heri beredar luas di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @feedgramindo.
“Nah sekarang ada pelaku yang menyamarkan. Ini enggak boleh dimakan, ternyata bahannya dari spons,” ujar Ikhwan dalam video tersebut.
Heri kemudian menginterogasi Suderajat.
“Kenapa kamu jual?” tanya Heri.
“Kalau berhenti, anak bini makan apa?” jawab Suderajat.
Video ini menuai beragam reaksi, dengan banyak warganet menilai tuduhan tersebut belum disertai bukti ilmiah.
Setelah menjadi sorotan nasional, bantuan mulai berdatangan. Kapolres Depok Kombes Abdul Waras mendatangi langsung kediaman Suderajat pada Selasa, 27 Januari 2026. Pemerintah daerah juga memberikan bantuan sembako dan menyatakan komitmen membantu pendidikan anak-anak Suderajat.
