Siapa M Arief Fadillah? Identitas Pelapor Pedagang Es Gabus Viral di Depok Akhirnya Terbongkar

Rabu 28 Jan 2026, 17:25 WIB
Terungkap Sosok Pelapor Pedagang Es Gabus Viral di Depok, Ini Profil M Arief Fadillah dan Awal Mula Kejadian (Sumber: X)

Terungkap Sosok Pelapor Pedagang Es Gabus Viral di Depok, Ini Profil M Arief Fadillah dan Awal Mula Kejadian (Sumber: X)

“Hasilnya jelas, produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya,” ujar Roby, perwakilan kepolisian, dalam keterangan resminya.

Untuk memastikan hasil yang lebih komprehensif dan ilmiah, polisi juga mengirimkan sampel ke Dinas Kesehatan serta Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.

“Namun, untuk menjamin ketenangan publik, kami tetap menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari Dinkes dan Labfor Polri,” tambah Roby.

Hingga kini, hasil resmi dari pengujian lanjutan tersebut masih dalam proses.

Kronologi Dugaan Penganiayaan terhadap Suderajat

Peristiwa yang dialami Suderajat terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Sabtu, 24 Januari 2026, saat ia sedang berjualan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Sejumlah orang datang dengan alasan ingin membeli es gabus, namun suasana berubah setelah dagangan Suderajat dituding terbuat dari spons.

Es gabus tersebut diremas, dihancurkan, bahkan dibejek. Sebagian es dilemparkan ke arah wajah Suderajat hingga melukai pipinya.

“Iya, (es gabus) diremas-remas jadi hancur. Dibejek-bejek, ini dekat mata saya jadi sakit karena disabet kena timpukan es,” ujar Suderajat, Selasa, 27 Januari 2026.

Ia juga mengaku sempat ditendang hingga tubuhnya terasa lemas. Penjelasan bahwa es gabus yang dijualnya adalah produk asli tidak diterima.

“Saya bilang ini es kue yang asli, bukan spons. Tapi mereka tetap bilang es spons,” ungkapnya.

Tidak Ada Permintaan Maaf dan Kerugian Materi

Setelah kejadian tersebut, Suderajat pulang tanpa menerima permintaan maaf maupun ganti rugi. Ia mengaku mengalami kerugian sekitar Rp300.000 akibat dagangannya rusak.

Selain itu, trauma membuat Suderajat belum kembali berjualan selama tiga hari.

“Sudah tiga hari belum jualan. Takutnya saya dikeroyokin lagi kalau ke Kemayoran,” tuturnya.


Berita Terkait


News Update