POSKOTA.CO.ID - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali menjadi tumpuan utama pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia pada tahun 2026.
Skema pembiayaan yang didukung penuh oleh pemerintah ini tetap menawarkan daya tarik utama berupa subsidi bunga, di mana suku bunga kredit yang normalnya berada di kisaran 12 persen per tahun diturunkan menjadi hanya 6 persen per tahun.
Kebijakan tersebut menjadikan KUR sebagai salah satu instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Tidak hanya membantu pelaku usaha bertahan, KUR juga diharapkan mampu mempercepat ekspansi usaha produktif di berbagai sektor.
Namun demikian, masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya mengenai jenis usaha apa saja yang sebenarnya berhak mengajukan pinjaman KUR di tahun 2026. Pertanyaan ini kerap muncul, terutama dari pelaku usaha mikro yang baru merintis atau menjalankan usaha skala kecil secara perorangan.
Baca Juga: Shopee PayLater Dibekukan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Agar Bisa Aktif Kembali
Cakupan Usaha Penerima KUR Tahun 2026
Berdasarkan penjelasan resmi dan praktik di lapangan, cakupan usaha penerima KUR tergolong sangat luas. Hampir seluruh sektor usaha produktif skala mikro hingga menengah memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pembiayaan ini, selama memenuhi persyaratan administratif dan kelayakan usaha.
Beberapa sektor usaha yang dinilai layak mendapatkan pinjaman KUR antara lain:
Sektor perdagangan, seperti warung kelontong, toko sembako, warung makan, warung kopi, pedagang kaki lima, hingga pengepul atau penampung barang bekas.
Usaha produksi dan jasa, termasuk penjual makanan keliling seperti cilok, bakso, siomay, maupun usaha jasa rumahan.
Sektor strategis berbasis sumber daya alam, meliputi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, serta usaha nelayan.
Keragaman sektor tersebut menunjukkan bahwa KUR tidak hanya ditujukan bagi usaha dengan skala besar, melainkan juga usaha rakyat yang dijalankan secara sederhana namun produktif. Inilah yang menjadikan KUR relevan sebagai program pembiayaan inklusif.
