Baca Juga: Yamaha Segarkan Fazzio Hybrid, Ini Daftar Warna dan Harganya
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa motif ekonomi menjadi pendorong utama adopsi mobil listrik di kelompok usia 50 tahun ke atas. Biaya operasional yang lebih rendah serta adanya insentif fiskal membuat kendaraan listrik terasa lebih ramah bagi perencanaan keuangan jangka panjang.
Isu lingkungan tetap diapresiasi, namun faktor utama yang dicari adalah keamanan, kenyamanan, perawatan yang relatif sederhana, serta pengeluaran yang dapat diprediksi.
Pandangan Peneliti Soal Adopsi Usia 50+
Co-Founder dan Director ID COMM, Asti Putri, menjelaskan bahwa pemilik mobil listrik umumnya berasal dari kelompok early adopters yang berani mencoba teknologi baru.
“Pada umumnya, konsumen pemilik mobil listrik adalah para early adopters, yaitu orang-orang yang berani berinvestasi dan berkendara dengan teknologi baru. Khusus kelompok usia 50 tahun ke atas, ada faktor unik dimana mereka sadar kegiatan hariannya akan menurun, namun ingin tetap mempertahankan mobilitas dengan biaya relatif hemat,” ujar Asti Putri.
Ia menambahkan, meski harus beradaptasi dengan berbagai fitur baru, hal tersebut tidak menghalangi minat mereka.
“Meskipun mereka harus beradaptasi dengan fitur-fitur mobil listrik, namun hal ini tidak menghambat keinginan mereka untuk memilikinya. Justru hal inilah yang membuat mereka bangga karena bisa mengadopsi tren berkendara dengan cara berbeda," tambah dia.
Baca Juga: Geely Resmikan Dealer Mobil Perdana di Bali, Targetkan 80 Jaringan pada 2026
Di balik tren tersebut, sejumlah tantangan masih dirasakan. Infrastruktur pengisian daya yang belum merata, kekhawatiran soal jarak tempuh, serta layanan purna jual menjadi catatan penting.
Namun tantangan ini tidak hanya dialami oleh kelompok usia 50 tahun ke atas, melainkan juga seluruh segmen konsumen mobil listrik di Indonesia.
Arah pergeseran mulai terlihat jelas. Ketika pengelolaan biaya hidup menjadi perhatian utama, mobil listrik menemukan relevansinya secara praktis. Bagi sebagian masyarakat usia jelang pensiun, kendaraan listrik bukan sekadar simbol teknologi, melainkan alat untuk menjaga mobilitas tanpa menambah beban finansial.
