Penyintas Kebakaran Sebut Rumahnya Kokoh dan Layak Huni seusai Dibangun Baznas

Sabtu 24 Jan 2026, 13:51 WIB
Baznas menyerahkan rumah Jumadi yang telah mendapatkan program bedah pascakebakaran. (Sumber: Dok. RW 01)

Baznas menyerahkan rumah Jumadi yang telah mendapatkan program bedah pascakebakaran. (Sumber: Dok. RW 01)

Berangkat dari berbagai tantangan tersebut, Fahira Idris menyampaikan sejumlah strategi agar zakat benar-benar menjadi kekuatan bangsa. Pertama, penguatan tata kelola dan transparansi harus menjadi fondasi utama pengelolaan zakat. Sistem pelaporan yang terbuka, audit yang konsisten, serta pemanfaatan teknologi akan memastikan dana zakat tersalurkan tepat sasaran dan berdaya guna.

Kedua, pendayagunaan zakat perlu semakin diarahkan pada program pemberdayaan produktif dan berkelanjutan. Zakat tidak boleh berhenti pada bantuan konsumtif, tetapi harus menjadi instrumen untuk memutus rantai kemiskinan melalui penguatan UMKM, ekonomi pesantren, ekonomi syariah lokal, dan penciptaan kemandirian mustahik.

Ketiga, sinergi antara zakat dan agenda pembangunan nasional perlu diperkuat tanpa menghilangkan prinsip-prinsip syariah. Zakat dapat menjadi mitra strategis negara dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan jaring pengaman sosial.

Keempat, peningkatan literasi zakat harus menjadi gerakan bersama. Edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, penting untuk membangun kesadaran, zakat bukan hanya kewajiban individual, tetapi bagian dari kontribusi nyata membangun bangsa.

Ketua Umum Daiyah Parmusi ini menegaskan, Baznas yang berusia 25 tahun, berada pada momentum penting untuk melompat lebih jauh sebagai penggerak solidaritas nasional. Dengan tata kelola yang semakin profesional, orientasi dampak yang kuat, serta kolaborasi lintas sektor, zakat diyakini mampu menjadi pilar ketahanan sosial dan ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Beasiswa Cendekia BAZNAS Timur Tengah 2025 Resmi Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

“Bangsa yang kuat tidak hanya ditopang oleh pertumbuhan ekonomi dan kekuatan politik, tetapi juga oleh nilai keadilan sosial yang hidup dan bekerja nyata. Jika dikelola dengan amanah dan visioner, zakat akan menjadi salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia,” tuturnya.


Berita Terkait


News Update