Penyintas Kebakaran Sebut Rumahnya Kokoh dan Layak Huni seusai Dibangun Baznas

Sabtu 24 Jan 2026, 13:51 WIB
Baznas menyerahkan rumah Jumadi yang telah mendapatkan program bedah pascakebakaran. (Sumber: Dok. RW 01)

Baznas menyerahkan rumah Jumadi yang telah mendapatkan program bedah pascakebakaran. (Sumber: Dok. RW 01)

Menurut Bambang, usaha dan pengorbanannya tidak sia-sia. Bambang mengungkapkan dapat bantuan dari berbagai pihak seperti kelurahan dan Baznas.

"Sukur Alhamdulillah BAZNAS berikan paket untuk lebaran dan juga bedah rumah. Dari tujuh rumah yang terbakar, dua rumah yang dibangun. Satu oleh BAZNAS dan satu lagi dari Pemda. Selain rumah pak Jumadi ada juga rumahnya pak Said," ucapnya.

Terpisah, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Fahira Idris mengapresiasi Baznas. Menurut Senator, badan tersebut berperan strategis zakat dalam pembangunan nasional.

Program bedah rumah dan lainnya milik Baznas merupakan usaha untuk menguatkan bangsa. Fahira jelaskan mencerminkan posisi zakat yang tidak hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen sosial-ekonomi yang mampu memperkuat ketahanan bangsa.

Senator Jakarta ini menilai, diusia seperempat abadnya, BAZNAS telah menunjukkan kontribusi nyata dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara lebih profesional dan terstruktur, mulai tingkat pusat hingga daerah.

Baca Juga: Melalui BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana Sumatra Rp459 Juta

Program-program pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, tanggap bencana, hingga pemberdayaan ekonomi umat menjadi bukti bahwa zakat dapat dikelola secara modern dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

“Di negara dengan mayoritas penduduk Muslim dan tingkat ketimpangan yang masih menjadi tantangan, zakat memiliki potensi luar biasa sebagai penguat solidaritas sosial dan instrumen keadilan ekonomi. Zakat harus diposisikan sebagai bagian dari solusi kebangsaan,” katanya.

Namun, ia mengingatkan, tantangan pengelolaan zakat di Indonesia masih cukup besar. Potensi zakat nasional yang tinggi belum sepenuhnya tergarap optimal, sementara literasi zakat masyarakat masih beragam.

Di sisi lain, kompleksitas persoalan kemiskinan, pekerja informal, hingga kelompok rentan yang terdampak krisis global dan bencana, menuntut pendekatan zakat yang semakin adaptif dan berkelanjutan.

Baca Juga: BAZNAS RI Ajak Masyarakat Sambut Ramadan, Pulihkan Sumatra

Aktivis perempuan ini juga menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik. Transparansi, akuntabilitas, serta tata kelola yang kuat menjadi prasyarat utama agar zakat terus tumbuh dan memberikan dampak yang lebih luas. Pemanfaatan teknologi digital dalam penghimpunan dan pelaporan zakat dinilai sebagai langkah strategis yang harus terus diperkuat.


Berita Terkait


News Update