Pengguna baru umumnya memperoleh limit awal yang lebih kecil, namun jumlah tersebut dapat meningkat seiring frekuensi transaksi dan riwayat pembayaran yang baik.
Menariknya, proses aktivasi PayLater ini tidak memakan waktu lama. Selama persyaratan terpenuhi dan data yang diinput sesuai, pengajuan dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit.
Baca Juga: Cara Menaikkan Limit Shopee Pinjam dan SPayLater: Tips Ampuh Tanpa Ribet
Syarat Aktivasi Lazada PayLater 2026
Sebelum mengajukan Lazada PayLater, pengguna harus memenuhi sejumlah ketentuan dasar yang telah ditetapkan. Pengguna wajib merupakan Warga Negara Indonesia dengan KTP aktif, berusia minimal 18 tahun atau sudah menikah, serta memiliki sumber penghasilan tetap.
Selain itu, akun Lazada harus sudah aktif setidaknya selama satu bulan dan memiliki nomor ponsel serta email yang valid. Faktor penting lainnya adalah tidak adanya catatan kredit bermasalah di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.
Dokumen yang Wajib Disiapkan
Dalam proses verifikasi, pengguna akan diminta mengunggah dokumen pendukung berupa KTP asli dan foto selfie sambil memegang KTP.
Beberapa penyedia layanan kredit juga dapat meminta bukti penghasilan, seperti slip gaji atau mutasi rekening, terutama jika pengguna mengajukan limit yang lebih besar.
Untuk kondisi tertentu, NPWP juga bisa menjadi dokumen tambahan guna meningkatkan peluang persetujuan.
Baca Juga: Pertumbuhan Paylater Tersendat, Apakah Pinjol Ilegal Kini Jadi Primadona?
Tips Agar Pengajuan Lazada PayLater Mudah Disetujui
Peluang persetujuan dapat ditingkatkan dengan memastikan seluruh data akun Lazada telah terisi lengkap dan konsisten dengan KTP. Aktivitas belanja yang rutin juga menjadi nilai tambah di mata sistem penilaian kredit.
Mengajukan PayLater pada jam kerja dan menggunakan koneksi internet yang stabil saat mengunggah dokumen juga dapat memperlancar proses verifikasi. Sebaliknya, mengajukan ke banyak penyedia kredit dalam waktu bersamaan sebaiknya dihindari karena dapat memengaruhi skor kredit.
