GUNUNG PUTRI, POSKOTA.CO.ID - Kepala Sekolah SMAN 2 Gunung Putri, Dede Sahidin mengatakan pihaknya bakal meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam waktu yang belum ditentukan pasca ambruknya atap tiga kelas pada Jumat pagi, 23 Januari 2026.
Hal tersebut dilakukan menunggu hasil pemeriksaan sementara tim teknis dari Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) terkait keamanan gedung yang atapnya ambruk.
"Hari Senin dan seterusnya kita liburkan dulu sesuai dengan arahan Pak Camat juga, sambil menunggu tim teknis sampai mengizinkan anak-anak belajar lagi,” kata Dede kepada wartawan, Jumat, 23 Januari 2026.
Baca Juga: Banjir Masih Kepung Jakarta, 132 RT dan 16 Ruas Jalan Terendam Air
Dede melanjutkan, pihak sekolah sebenarnya sudah menyiapkan opsi ruang belajar sementara yang bakal memanfaatkan lab komputer serta perpustakaan untuk proses KBM berlangsung.
"Sebenernya kita punya alternatif ya, kita memastikan untuk kelas-kelas yang lain aman juga, kalau sudah aman ada tiga kelas cadangan, ada lab komputer dan perpustakaan, kita gunakan ruangan yang ada. Tapi setelah dijinkan ruangan lain aman," ungkapnya.
Pantauan Poskota di lokasi, terlihat bangunan yang di cat warna ungu itu tampak hancur, dengan puing-puing genteng dan baja ringan yang berserakan di bawah kelas.
Tiga kelas yang atapnya ambruk itu berada di lantai dua, yang mana kelas tersebut biasa digunakan oleh siswa kelas 12. Terlihat juga bentangan garis polisi yang dipasang di depan gedung kelas.
Baca Juga: 28 Juta Warga Terancam Gangguan Mental, DPR Peringatkan Masalah Kesehatan Jiwa Sudah Darurat
Peristiwa ambruknya tiga atap ruang kelas SMAN 2 Gunung Putri terjadi pada Jumat sekitar pukul 03.50 WIB dan terekam kamera CCTV.
Kejadian tersebut berlangsung saat kondisi sekolah sedang diguyur hujan.
