“Kita lihat CCTV kejadian 03.50 WIB, di CCTV kondisi sedang hujan. Subuh pukul 04:30 ada laporan dari penjaga sekolah bahwa gedung ini atapnya ambruk,” kata Dede kepada wartawan di lokasi, Jumat 23 Januari 2026.
Atap ruang kelas yang ambruk tersebut diketahui dibangun sekitar tahun 2015 dengan konstruksi rangka baja ringan.
Baca Juga: Warga Kecamatan Jayanti Melahirkan di Tengah Kondisi Banjir
Namun, struktur itu masih menggunakan genteng tanah liat yang memiliki beban cukup berat sehingga diduga memengaruhi kekuatan atap. (cr-6)
