Pria 60 Tahun di Serang Tewas Tercebur Sumur saat Bangun Kandang Bebek

Kamis 22 Jan 2026, 18:33 WIB
Lokasi tempat Madsura, 60 tahun, yang ditemukan meninggal dunia di dalam sumur di Kampung Bojong Gadung, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Kamis, 22 Januari 2026. (Sumber: Istimewa)

Lokasi tempat Madsura, 60 tahun, yang ditemukan meninggal dunia di dalam sumur di Kampung Bojong Gadung, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Kamis, 22 Januari 2026. (Sumber: Istimewa)

CARENANG, POSKOTA.CO.ID – Madsura, 60 tahun, warga Kampung Bojong Gadung, Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, meninggal dunia setelah tercebur ke dalam sumur di belakang rumah adik kandungnya, Kamis, 22 Januari 2026 sore.

Peristiwa terjadi saat korban membantu adik kandungnya membangun kandang bebek di belakang rumah milik Sapnah, yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban.

Kapolsek Carenang AKP Desma Priatna menjelaskan, kejadian pertama kali diketahui setelah Irig, tetangga korban, mendengar suara teriakan minta tolong dari arah belakang rumah.

“Awalnya saksi mendengar suara minta tolong dari arah belakang rumahnya,” ujar AKP Desma Priatna didampingi Kanit Reskrim Ipda Dhenny Hariyanto kepada Poskota.

Baca Juga: Banjir Melanda Wilayah Pandeglang, Ibu Hamil Dievakuasi Pakai Perahu

Mendengar teriakan tersebut, saksi Irig bersama Ira Aryanti kemudian berusaha mencari sumber suara dengan mendatangi Mudai, salah satu warga sekitar, untuk memastikan asal suara tersebut.

Saat dilakukan pengecekan, keduanya menemukan sebuah sumur lama yang sudah tidak terpakai dalam kondisi terbuka. Padahal sebelumnya sumur tersebut diketahui tertutup.

“Saat dilakukan pengecekan, diketahui bahwa sumur yang sudah tidak terpakai itu dalam keadaan terbuka,” jelas Desma.

Menyadari adanya kejanggalan, Mudai bersama warga sekitar melakukan pencarian ke dalam sumur dan menemukan korban di dalam sumur dalam kondisi tidak bernyawa.

Korban kemudian dievakuasi oleh warga dibantu aparat kepolisian ke permukaan, sebelum dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

“Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi oleh warga,” tambahnya.

Berdasarkan keterangan keluarga dan hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Peristiwa tersebut diduga murni kecelakaan.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

“Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi,” pungkas dia.


Berita Terkait


News Update