Bolehkah Menggabung Niat Puasa Syaban dan Qadha Ramadhan? Simak Hukum, Bacaan, serta Tata Caranya

Kamis 22 Jan 2026, 06:55 WIB
Ilustrasi. Niat puasa qadha Ramadhan dapat digabung dengan puasa sunnah Syaban dalam satu waktu. (Freepik/jcomp)

Ilustrasi. Niat puasa qadha Ramadhan dapat digabung dengan puasa sunnah Syaban dalam satu waktu. (Freepik/jcomp)

Dalam kondisi ini, kedua niat tersebut sama-sama sah dan ibadahnya dianggap sempurna.

2. Sah Ibadah Fardhu, Sunnah Tidak Sah


Dalam kategori ini, penggabungan niat hanya dianggap sah untuk ibadah wajib, sementara ibadah sunnahnya tidak bernilai.


Contohnya, seseorang yang menjalankan ibadah haji untuk pertama kali dengan niat haji wajib sekaligus haji sunnah.

Yang dianggap sah hanyalah haji wajib, karena kewajiban memiliki kedudukan lebih tinggi.

3. Sah Ibadah Sunnah, Fardhu Tidak Sah


Penggabungan niat juga dapat berakibat sebaliknya, yakni hanya ibadah sunnah yang sah, sementara ibadah wajibnya tidak terpenuhi.


Contohnya, ketika seseorang memberikan uang kepada fakir miskin dengan niat zakat wajib sekaligus sedekah. Dalam hal ini, yang dianggap sah hanyalah sedekahnya, bukan zakat wajib.

4. Tidak Sah Keduanya


Pada kategori ini, penggabungan niat justru membuat kedua ibadah tidak sah, baik yang wajib maupun sunnah.


Contohnya, seseorang berniat shalat fardhu sekaligus shalat sunnah rawatib dalam satu niat.

Dalam kondisi ini, keduanya dianggap tidak sah karena masing-masing ibadah memiliki tuntutan niat yang berbeda dan tidak bisa digabungkan.

Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Syaban

Berikut ini bacaan niat puasa qadha Ramadhan yang dapat dilafalkan ketika berpuasa di bulan Syaban.

Lafal Arab:

‎نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Arab Latin:


Berita Terkait


News Update