Ramadhan 2026 Segera Tiba, Ingat Hadits Nabi soal Keutamaan Puasa

Rabu 21 Jan 2026, 17:36 WIB
Keutamaan Puasa Ramadhan dan Perkiraan Awal Ramadhan 2026 Menurut Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah (Sumber: Pinterest)

Keutamaan Puasa Ramadhan dan Perkiraan Awal Ramadhan 2026 Menurut Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah (Sumber: Pinterest)

Keutamaan puasa juga ditegaskan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Az-Zumar ayat 10:

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan.”

(QS. Az-Zumar: 10)

Ayat ini menunjukkan bahwa kesabaran yang menjadi inti dari ibadah puasa—memiliki balasan yang tidak terhingga. Karena itu, Ramadhan menjadi bulan pendidikan spiritual yang sangat penting bagi umat Islam.

Penentuan Awal Ramadhan dalam Kalender Hijriah

Dalam sistem penanggalan Islam, ibadah puasa Ramadhan dimulai pada tanggal 1 Ramadhan berdasarkan kalender Hijriah. Kalender Hijriah menggunakan peredaran bulan (qamariyah), sehingga awal bulan ditentukan melalui metode rukyat (pengamatan hilal) dan hisab (perhitungan astronomi).

Di Indonesia, perbedaan metode penetapan awal bulan kerap menyebabkan perbedaan awal Ramadhan antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam. Meski demikian, perbedaan tersebut merupakan bagian dari dinamika fiqih yang telah lama terjadi dan tetap dihormati.

Baca Juga: Bulan Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Simak Jadwal Ramadan dan Libur Lebaran di Sini

Perkiraan 1 Ramadhan 2026 Versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, pemerintah memperkirakan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Tanggal ini masih bersifat perkiraan dan akan diputuskan secara resmi melalui sidang isbat setelah dilakukan rukyatul hilal.

Nahdlatul Ulama (NU) juga memperkirakan awal Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Informasi tersebut tercantum dalam Almanak Tahun 2026 yang disusun oleh Lembaga Falakiyah NU. NU secara konsisten mengombinasikan metode hisab dan rukyat dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan lebih awal. Melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman Majelis Tarjih Muhammadiyah.

Perbedaan penetapan awal Ramadhan tersebut diharapkan tidak mengurangi kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa. Substansi Ramadhan tetap terletak pada peningkatan ketakwaan, kepedulian sosial, dan penguatan nilai-nilai keislaman.

Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan kedisiplinan spiritual. Keutamaan puasa Ramadhan yang begitu besar di sisi Allah SWT seharusnya menjadi motivasi bagi umat Islam untuk menyambutnya dengan persiapan lahir dan batin. Terlepas dari perbedaan penetapan awal Ramadhan 2026, semangat ibadah dan persatuan umat tetap menjadi hal utama yang perlu dijaga.


Berita Terkait


News Update