POSKOTA.CO.ID - Bulan suci Ramadhan akan kembali menyapa umat Islam dalam hitungan hari. Menjelang 30 hari menuju Ramadhan, umat Muslim di seluruh dunia diingatkan pada keutamaan ibadah puasa yang memiliki nilai agung di sisi Allah SWT.
Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan sarana pembentukan iman, kesabaran, dan ketakwaan sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW.
Dalam tradisi Islam, puasa Ramadhan memiliki kedudukan istimewa dibandingkan ibadah lainnya. Hal ini menjadikan Ramadhan sebagai momentum spiritual yang selalu dinanti, sekaligus menjadi perhatian umat terkait kepastian waktu dimulainya ibadah puasa setiap tahun, termasuk pada Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi.
Baca Juga: Jadwal Libur Sekolah Puasa Ramadhan 2026, Begini Ketentuannya
Keutamaan Puasa Ramadhan dalam Islam
Puasa Ramadhan memiliki nilai yang sangat tinggi dalam ajaran Islam. Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa puasa berkaitan erat dengan kesabaran dan keimanan.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Puasa adalah setengah dari kesabaran.” Sementara dalam riwayat lain disebutkan, “Kesabaran adalah setengah dari keimanan.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa puasa Ramadhan bukan hanya ibadah fisik, melainkan juga latihan spiritual yang membentuk karakter mukmin. Dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seorang Muslim dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga lisan, dan memperbaiki akhlak.
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa di antara seluruh rukun Islam, puasa Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri karena hubungannya yang sangat dekat dengan Allah SWT. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam hadis qudsi yang diriwayatkan Rasulullah SAW:
“Setiap amal kebaikan anak Adam dilipatgandakan pahalanya sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menegaskan bahwa pahala puasa tidak dibatasi dengan hitungan tertentu. Allah SWT sendiri yang menentukan balasan bagi hamba-Nya yang berpuasa dengan penuh keikhlasan.
