Pelaksanaan OMC Efektif Tekan Cuaca Ekstrem di Wilayah DKI Jakarta

Rabu 21 Jan 2026, 22:32 WIB
Ilustrasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah DKI Jakarta. (Sumber: BPBD DKI Jakarta)

Ilustrasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah DKI Jakarta. (Sumber: BPBD DKI Jakarta)

Penyemaian menggunakan 800 kilogram Natrium Klorida (NaCl) dengan tujuan meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jabodetabek agar presipitasi terkonsentrasi di perairan.

Pada saat penyemaian, angin bertiup dominan dari arah barat laut dan teridentifikasi kejadian presipitasi pada posisi 272 derajat/92 nautical mile.

Baca Juga: 2 Ribu Warga Terdampak Penutupan Tambang Bakal Terima Uang Kompensasi dari Pemprov Jabar

Sorti kedua dilaksanakan pada siang hari dengan area semai overhead Perairan Selat Sunda pada radial 250-300 dan jarak 80-110 nautical mile dari Halim.

Penerbangan dilakukan pada ketinggian 8.000-12.000 kaki dengan bahan semai NaCl sebanyak 800 kilogram. Sorti ini bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan di wilayah perairan barat agar hujan tidak terkonsentrasi di daratan Jakarta.

Selanjutnya, sorti ketiga difokuskan pada wilayah overhead Kabupaten Bekasi. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000-7.000 kaki dengan menggunakan 800 kilogram Kalsium Oksida (CaO).

Upaya ini ditujukan untuk menekan intensitas awan hujan di wilayah timur yang berpotensi mempengaruhi kondisi cuaca di DKI Jakarta.

Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menyampaikan bahwa kondisi atmosfer pada hari ini menunjukkan potensi cuaca yang lebih ekstrem.

“Hari ini, 21 Januari, prediksi cuaca lebih ekstrem dibandingkan tanggal 12 dan 18 Januari lalu pada saat terjadinya banjir di Jakarta,” kata dia.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, berdasarkan prakiraan cuaca ke depan, risiko masih berada pada kategori menengah sehingga pelaksanaan OMC sementara direncanakan hingga 22 Januari 2026. (pan)


Berita Terkait


News Update