Angka tujuh hari kerap digunakan dalam panduan kesiapsiagaan darurat karena dianggap sebagai fase kritis sebelum bantuan eksternal tiba.
Banyak lembaga internasional merekomendasikan agar setiap keluarga memiliki persediaan logistik minimal untuk tiga hari, bahkan hingga satu minggu untuk menghadapi kondisi ekstrem.
Dengan kata lain, penyebutan “7 hari tanpa listrik dan internet” lebih berfungsi sebagai standar kesiapan bertahan hidup, bukan sebagai ramalan akan terjadi pemadaman besar.
Baca Juga: Antisipasi Pemadaman Listrik, Ini Tips Bertahan Hidup Selama 7 Hari yang Harus Disiapkan
Antisipasi Pemadaman Listrik Selama 7 Hari

Lalu, apa saja yang harus dilakukan jika listrik padam selama 7 hari?
- Persiapkan Persediaan Air dan Makanan: Hal pertama yang wajib dipastikan adalah ketersediaan air bersih dan makanan. Saat listrik baru padam, segera isi semua wadah penampungan air seperti ember, toren, atau bak mandi, karena pompa air tidak akan berfungsi tanpa listrik.
- Penerangan dan Perangkat Komunikasi Darurat: Ketika listrik padam, penerangan menjadi kebutuhan utama di malam hari. Gunakan senter LED, headlamp, atau lentera dengan baterai cadangan. Lilin sebaiknya dihindari karena berisiko menimbulkan kebakaran.
- Jaga Kesehatan di Rumah: Pemadaman listrik dalam waktu lama bisa memengaruhi kondisi fisik dan mental. Pastikan kit P3K tersedia lengkap dengan obat-obatan, perban, dan antiseptik.
- Siapkan Sumber Energi Alternatif: Untuk kebutuhan memasak, gunakan kompor gas portabel atau oven surya. Jika memiliki panel surya portabel atau genset, manfaatkan untuk mengisi daya perangkat penting seperti ponsel dan laptop.
- Susun Rencana Komunikasi dengan Keluarga: Saat listrik padam, jaringan komunikasi bisa terganggu. Karena itu, penting untuk memiliki rencana darurat bersama keluarga.
- Sediakan Uang Tunai untuk Kebutuhan Mendesak: Di tengah pemadaman listrik panjang, layanan ATM dan pembayaran digital berpotensi tidak dapat digunakan. Oleh karena itu, simpan uang tunai secukupnya untuk memenuhi kebutuhan mendesak.
Langkah ini sangat penting agar masyarakat tetap bisa bertransaksi ketika sistem pembayaran elektronik tidak beroperasi.
Pemadaman listrik selama tujuh hari bukanlah hal yang mustahil terjadi. Dengan persiapan yang matang, masyarakat dapat tetap bertahan dan menjalani aktivitas dasar meskipun tanpa pasokan listrik. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama agar kondisi darurat tidak berubah menjadi krisis yang lebih besar.
