POSKOTA.CO.ID - Isu kemungkinan terjadinya pemadaman listrik dan internet selama tujuh hari belakangan mencuat di media sosial dan ruang diskusi publik, apakah benar akan adanya mati listik 7 hari?
Meski belum ada pernyataan resmi dari otoritas, skenario terburuk seperti bencana alam besar, gangguan sistem nasional, serangan siber, hingga konflik global membuat masyarakat mulai bertanya: jika benar terjadi, apa yang harus disiapkan?
Dalam dunia modern yang sangat bergantung pada listrik dan konektivitas digital, blackout total selama sepekan bukan sekadar ketidaknyamanan.
Kondisi tersebut berpotensi memicu gangguan distribusi pangan, lumpuhnya layanan keuangan, hambatan komunikasi, hingga risiko keamanan sosial. Karena itu, kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci.
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
Mengapa Isu 7 Hari Tanpa Listrik dan Internet Patut Diseriusi?

Ketergantungan masyarakat terhadap listrik dan internet kini mencakup hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari air bersih, sistem pembayaran, komunikasi, hingga logistik pangan.
Ketika listrik padam berkepanjangan, jaringan seluler pun berisiko ikut lumpuh karena keterbatasan cadangan daya BTS.
Tanpa internet, arus informasi sulit diverifikasi, hoaks mudah menyebar, dan kepanikan sosial bisa meningkat.
Para ahli kebencanaan menyebut tujuh hari pertama krisis sebagai fase paling rentan, ketika bantuan belum sepenuhnya tiba dan ketahanan keluarga diuji.
Panduan Bertahan Hidup Hari ke Hari Tanpa Listrik dan Internet
Ini cara bertahan hidup hari ke hari tanpa listrik dan internet dilansir dari channel YouTube Sekilas Uang dan The Guardian pada Selasa, 20 Januari 2026:
