Purbaya Ungkap Wacana Tukar Posisi Wamenkeu dan Deputi Gubernur BI

Selasa 20 Jan 2026, 16:32 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Sumber: Instagram/@purbayayudhi.official)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Sumber: Instagram/@purbayayudhi.official)

POSKOTA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap adanya wacana pertukaran posisi strategis antara Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung.

Jika rencana tersebut terealisasi, Thomas akan bergeser ke BI sebagai Deputi Gubernur, sementara Juda Agung akan mengisi kursi Wakil Menteri Keuangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin malam, 19 Januari 2026. Ia mengaku telah mendengar informasi mengenai kemungkinan rotasi jabatan dua pejabat penting tersebut.

“Kelihatannya memang seperti itu. Saya juga mendengar kabar yang sama, sepertinya akan ada pertukaran posisi,” ujar Purbaya kepada awak media.

Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN

Purbaya Yudhi Sadewa Buka Sinyal Tukar Posisi Thomas Djiwandono dan Juda Agung

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Sumber: Dok.Kementrian Keuangan)

Isu pergantian posisi ini mencuat setelah Juda Agung secara mendadak mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur BI.

Dalam perkembangan terbaru, Presiden Prabowo Subianto disebut telah mengajukan nama Thomas Djiwandono sebagai salah satu calon pengganti Juda di bank sentral.

Purbaya secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut. Menurutnya, pengalaman Thomas di sektor fiskal akan menjadi nilai tambah jika ia dipercaya masuk ke ranah kebijakan moneter.

“Bagus saja. Supaya Pak Thomas punya pengalaman yang lebih luas, dari fiskal ke moneter. Itu bekal yang sangat baik, dan saya mendukung,” tegas Purbaya.

Baca Juga: Gubernur Aceh Mualem Punya Istri Berapa dan Siapa Saja Anaknya? Ini Profil Keluarga Muzakir Manaf yang Diduga Nikah Lagi di Malaysia

Ia juga mengungkapkan bahwa keikutsertaan Thomas dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada November 2025 lalu merupakan bagian dari proses pembelajaran dan pengenalan terhadap mekanisme pengambilan kebijakan di Bank Indonesia.


Berita Terkait


News Update