Rencana Pembangunan Skate Park di Kolong Tol Angke Tambora Bakal Didesain Ramah Anak

Senin 19 Jan 2026, 17:05 WIB
Petugas melakukan pembersihan puing pasca pembongkaran bangunan liar di kolong tol Angke, Tambora, Jakarta Barat. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Petugas melakukan pembersihan puing pasca pembongkaran bangunan liar di kolong tol Angke, Tambora, Jakarta Barat. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

TAMBORA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kota Jakarta Barat telah menargetkan menjadi kota layak anak pada 2027 mendatang. Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono mengatakan, salah satu program yang dirancang adalah pembangunan skate park yang berlokasi di kolong Tol Angke, Tambora.

"Jakarta Barat kan saat ini memiliki target menjadi Kota Layak Anak 2027, sehingga pembuatan sarana skate park ini juga menjadi salah satu programnya," kata Yuli kepada wartawan, Senin, 19 Januari 2026.

Ia menyampaikan, pembangunan skate park akan didesain ramah anak, sekaligus lokasi itu nantinya menjadi ruang terbuka hijau (RTH).

"Nanti dalam desain pembangunannya diusahakan agar tidak sekadar sarana olahraga, tapi juga sarana ruang publik yang ramah anak," ucap dia.

Baca Juga: DLH Angkut 137 Ton Sampah dari Pesisir Jakarta, Target Sterilisasi Kawasan Muara Baru

Skate Park Merupakan Usul dari Masyarakat

Sementara itu, Camat Tambora, Pangestu Aji menyampaikan, adanya rencana pembangunan skate park merupakan usulan dari masyarakat.

"Ini sih awal mulanya dari masukan dan kebutuhan warga, terutama pemuda. Di sini, melalui pemuda, mereka memang sangat butuh ruang terbuka. Karena di Kecamatan Tambora ini, selain wilayahnya kecil, penghuninya banyak, dan juga mereka sulit untuk menyalurkan kegiatan-kegiatan positif lainnya," kata dia.

Pangestu menyebut, di wilayahnya yang terkenal dengan permukiman padat penduduk itu memang sangat membutuhkan RTH. Adapun di Kecamatan Tambora ini, baru ada dua ruang terbuka ramah anak, seperti ruang publi terpadu ramah anak (RPTRA) yang ada di Taman Kalijodo.

"Satunya lagi di Krendang. Itu pun di Kecamatan Tambora ini ada 11 Kelurahan, penduduknya sangat padat," ucapnya.

Baca Juga: Polisi Ambil Langkah Diversi Terhadap ABH yang Terlibat Peredaran Narkoba di Beji Depok

Pangestu menyampaikan, rencana pembangunan skate park di kolong tol Angke yang juga sebagai bagian dari penataan Kota ini segera dijadwalkan dalam waktu dekat.

"Diharapkan nanti dengan masukan dan juga kebutuhan dari warga khususnya pemuda, di sini mereka membutuhkan lapangan olahraga, yang terutama di sini skate park bisa difasilitasi oleh pemerintah, khususnya Pemerintah Kota," ujarnya.

Diharapkan Jadi Wadah Positif untuk Masyarakat

Rencana pembangunan skate park di kolong tol Angke Kecamatan Tambora Jakarta Barat diharapkan bisa menjadi wadah positif untuk masyarakat. Kepala Seksi Olahraga Suku Dinas Pemuda dan Olahraga Jakarta Barat, Tomi Ari Sudewo mengatakan, pembangunan skate park salah satunya untuk mencegah tawuran.

"Untuk dari Sudin Pora dalam rangka pencegahan tawuran, tentunya pembangunan venue dan ini yang dibutuhkan oleh rekan-rekan pemuda di Kecamatan Tambora. Rekan-rekan pemuda yang mengusulkan agar dibuatkan skateboard," ucap Tomi kepada wartawan, Senin, 19 Januari 2026.

Baca Juga: Polisi Ambil Langkah Diversi Terhadap ABH yang Terlibat Peredaran Narkoba di Beji Depok

"Tentunya dengan arahan Bu Wali dan bekerja sama dengan seluruh stakeholder dan OPD yang ada di wilayah Jakarta Barat, kami akan mewujudkan venue itu dan mohon doanya semoga dapat terealisasi," kata dia.

Tomi menyampaikan, penambahan ruang terbuka hijau (RTH) yakni berupa skate park merupakan salah satu strategi dalam rangka pencegahan tawuran antar kelompok. Dengan adanya RTH berupa skate park, diharapkan masyarakat khususnya remaja hingga anak-anak muda dapat melakukan kegiatan positif secara kolektif dan menular.

Disisi lain, pembangunan skate park juga berdasarkan usulan dari beberapa pelaku tawuran yang ditangkap dan mendapatkan pembinaan dari Pemerintah.

"Karena ini permintaan yang langsung Bu Wali tanyakan kepada yang pelaku tawuran, jadi mereka membutuhkan lapangan Skateboard. Itu permintaan langsung dari pemuda yang melakukan tawuran," ujar Tomi.

Baca Juga: Ular Sanca Masuk ke Saluran Pembuangan Rumah Warga di Bogor, Damkar Bantu Evakuasi

Wajah Baru Kolong Tol Angke

Kolong tol Angke sebelumnya dijajaki oleh masyarakat yang mendirikan bangunan liar di kawasan itu. Pada Desember 2024, Pemprov DKI Jakarta membongkar seluruh bangunan liar yang berdiri di lokasi tersebut.

Total ada sekitar 257 kepala keluarga terdiri dari 685 jiwa warga kolong tol Angke, baik yang KTP DKI Jakarta maupun yang non DKI Jakarta.

Sejumlah warga yang ber KTP DKI Jakarta telah direlokasi ke rumah susun (Rusun) Rawa Buaya, Rusun Tegal Alur, Rusun Daan Mogot, dan di Rusun PIK Pulo Gadung.

Sebanyak 139 KK merupakan warga KTP DKI Jakarta. 98 KK adalah KTP daerah, dan 20 KK sisanya merupakan warga yang tidak memiliki identitas sama sekali. (pan)


Berita Terkait


News Update