Profil Indonesia Air Transport: Ini Fakta Pemilik, Sejarah, dan Bisnisnya

Senin 19 Jan 2026, 15:02 WIB
Mengenal Indonesia Air Transport, operator charter yang kini berada di bawah Grup MNC. (Sumber: indonesia-air.com)

Mengenal Indonesia Air Transport, operator charter yang kini berada di bawah Grup MNC. (Sumber: indonesia-air.com)

Untuk memperkuat struktur bisnisnya, IAT resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2006. Langkah ini membuat perusahaan semakin transparan dan membuka peluang investasi publik di sektor penerbangan charter yang selama ini tergolong niche market.

Baca Juga: DPR Minta Publik Tidak Berspekulasi soal Hilangnya Kontak Pesawat ATR 400

Kepemilikan, Layanan, dan Armada IAT

Dari sisi kepemilikan, Indonesia Air Transport saat ini berada di bawah PT MNC Energy Investments Tbk. Perusahaan ini merupakan bagian dari Grup MNC milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo. Masuknya IAT ke dalam ekosistem MNC bertujuan memperluas dukungan bisnis di sektor energi dan industri strategis lainnya.

Sebagai operator penerbangan charter, IAT menawarkan berbagai layanan khusus, mulai dari penerbangan untuk industri minyak dan gas, penyewaan pesawat dan helikopter, hingga penerbangan VIP dan evakuasi medis udara.

Seluruh operasionalnya telah mengantongi sertifikasi resmi Air Operator Certificate (AOC 121) dari otoritas penerbangan Indonesia.

IAT mengantongi Air Operator Certificate (AOC 121) dan menawarkan beragam layanan khusus, di antaranya:

  • Penerbangan charter untuk industri ekstraktif dan korporasi.
  • Penyewaan pesawat sayap tetap dan helikopter.
  • Penerbangan VIP serta misi evakuasi medis udara (medevac).
  • Transportasi penumpang dan kargo sesuai permintaan.

Baca Juga: Cuaca Buruk dan Medan Terjal Hambat Evakuasi Pesawat ATR 42-500 di Puncak Bulusaraung

Untuk menunjang layanan tersebut, Indonesia Air Transport mengoperasikan sejumlah armada yang disesuaikan dengan kebutuhan misi klien.

Beberapa di antaranya adalah pesawat turboprop ATR 42-500, jet bisnis Embraer Legacy 600, serta helikopter Airbus EC 155 B1. Kombinasi armada ini memungkinkan IAT melayani rute jarak pendek hingga penerbangan premium dan misi utilitas di wilayah terpencil.

Dengan pengalaman lebih dari lima dekade, Indonesia Air Transport tetap menjadi salah satu pemain penting di sektor penerbangan charter Indonesia.

Meski tidak beroperasi sebagai maskapai penumpang reguler, perannya dalam mendukung sektor industri dan layanan khusus membuat perusahaan ini memiliki posisi strategis di dunia aviasi nasional.


Berita Terkait


News Update