Mitigasi Bencana Hidrometeorologi, BPBD DKI Jakarta Pastikan OMC Berjalan hingga 22 Januari 2026

Senin 19 Jan 2026, 15:13 WIB
Potret petugas saat bersiap melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk wilayah DKI Jakarta. (Sumber: Berita Jakarta)

Potret petugas saat bersiap melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk wilayah DKI Jakarta. (Sumber: Berita Jakarta)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memastikan upaya mitigasi bencana hidrometeorologi  terus dilakukan secara intensif menyusul potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menyampaikan, upaya yang dilakukan salah satunya yakni Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sampai tanggal 22 Januari 2026 mendatang. 

"Modifikasi cuaca akan terus berlanjut sampai dengan tanggal 22 Januari 2026,” ujar Isnawa kepada Poskota, Senin, 19 Januari 2025.

Isnawa mengatakan, OMC itu akan terus dilakukan secara terkoordinasi dan berdasarkan hasil pemantauan serta prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga: Profil Sri Sunarti dalam Buku Broken Strings, Sosok Ibu Aurelie Moeremans yang Menjadi Mertua dr Tyler Bigenho

"Sambil kami terus pantau prediksi cuaca dari BMKG," ucap Isnawa. 

Kesiapan Pelaksanaan OMC

BPBD Jakarta, BMKG, dan TNI AU melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). (Sumber: Dok. BPBD Jakarta)

Isnawa mengatakan pelaksanaan OMC ini berdasarkan hasil pembahasan dari beberapa instansi terkait.

BPBD DKI Jakarta bersama BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta TNI Angkatan Udara telah tergabung dalam satu tim terpadu yang berkedudukan di Lanud Halim Perdanakusuma untuk membahas kesiapan dan pelaksanaan OMC secara berkala. 

"Karena BPBD, BMKG, BRIN, AU sudah jadi 1 tim di Lanud Halim membahas kesiapan OMC," kata Isnawa. 

Baca Juga: Listrik Mati Hingga 7 Hari di Indonesia? Ini Persiapan Penting dan Tips Bertahan Hidup yang Wajib Diketahui

Isnawa menjelaskan, BPBD DKI Jakarta berfokus pada upaya mitigasi bencana secara menyeluruh.

Selain itu, BPBD juga aktif mengedukasi masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir maupun bencana hidrometeorologi lainnya.

"BPBD lebih kepada mitigasi bencana, mengedukasi warga untuk berhati hati menghadapi cuaca ekstrim, melakukan pencegahan dengan OMC dan pertolongan bagi warga terdampak bencana," ujarnya. 

Lebih lanjut, BPBD memiliki layanan call center 112 yang dapat dihubungi selama 24 jam non-stop dan bebas pulsa, sebagai sarana cepat bagi warga untuk melaporkan kejadian darurat maupun meminta bantuan.

"BPBD punya layanan kedaruratan 112 yang bisa di hubungi 24jam bebas pulsa," pungkasya. (cr-4). 


Berita Terkait


News Update