Lalu Pada sorti ke tiga, penyemaian difokuskan pada wilayah udara (overhead) Kabupaten Tangerang dengan tujuan memecah awan potensial pembentuk hujan.
Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000-6.000 kaki menggunakan 800 kilogram CaO, dengan awan target Cumulus Humilis-Mediocris yang memiliki base 1.500-4.000 kaki dan top sekitar 6.000 kaki.
"Saat penyemaian berlangsung, arah angin terpantau berasal dari barat laut," ungkapnya.
Baca Juga: Penanganan Kasus Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Polisi di Tangerang Lambat, Korban Tuntut Keadilan
Sementara itu, Direktur Operasional Operasi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menyampaikan bahwa potensi hujan lebat pada hari ini umumnya terjadi pada periode siang hingga sore hari.
“Potensi hujan lebat hanya ada di periode siang–sore hari. Semoga dapat diantisipasi secara optimal oleh rekan-rekan kru CASA dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca hari ini,” ujar dia.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, menegaskan bahwa pelaksanaan OMC berperan penting dalam menekan dampak genangan di Jakarta.
“Jika BPBD tidak melakukan Operasi Modifikasi Cuaca dalam beberapa hari terakhir, bisa jadi wilayah genangan hari ini jauh lebih banyak RT yang terdampak,” kata Isnawa.
Ia menambahkan, pada pelaksanaan OMC hari Jumat dan Sabtu tidak terpantau adanya genangan. Namun, pada hari ketiga ini, durasi hujan yang berlangsung cukup lama menyebabkan genangan di beberapa titik tidak dapat sepenuhnya dihindari.
BPBD DKI Jakarta bersama BMKG dan TNI AU akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi harian selama pelaksanaan OMC untuk menentukan lokasi dan waktu penyemaian awan yang paling efektif sesuai dinamika atmosfer terkini. (pan)
