Menurutnya, kesiapsiagaan bukanlah bentuk ketakutan, melainkan bagian dari ketahanan nasional berbasis masyarakat. Setiap keluarga diimbau memiliki perlengkapan dasar agar tetap dapat menjalani kehidupan sehari-hari dalam kondisi darurat.
Tips Bertahan Hidup Jika Listrik Mati Selama Tujuh Hari
Sebagai langkah antisipatif, masyarakat dapat melakukan persiapan sederhana namun efektif. Berikut beberapa tips bertahan hidup jika terjadi pemadaman listrik dalam waktu lama.
1. Persediaan Makanan dan Air Tahan Lama
Makanan menjadi kebutuhan utama yang harus diprioritaskan. Pilih bahan pangan yang tidak mudah rusak dan tidak bergantung pada pendingin listrik.
Beberapa contoh persediaan yang disarankan:
- Beras, mie instan, dan sereal
- Ikan kaleng, kornet, dan makanan siap saji
- Biskuit dan makanan kering berenergi tinggi
Untuk air minum, simpan air bersih dalam wadah tertutup dan higienis. Air sangat penting untuk menjaga fungsi tubuh dan mencegah dehidrasi.
2. Menyediakan Sumber Cahaya Alternatif
Ketiadaan listrik berarti penerangan terbatas. Oleh karena itu, siapkan:
- Senter dan baterai cadangan
- Lampu darurat isi ulang
- Lilin sebagai opsi terakhir dengan pengawasan ketat
Disarankan pula untuk mengatur aktivitas di siang hari agar penggunaan cahaya buatan dapat diminimalkan.
Baca Juga: Pengantin di Cengkareng Jakarta Barat Hadapi Banjir yang Melanda Saat Pesta Pernikahan
3. Menjaga Kebersihan dan Kesehatan
Dalam kondisi darurat, risiko penyakit justru meningkat. Menjaga kebersihan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
Perlengkapan dasar yang perlu disiapkan meliputi:
- Sabun cair dan hand sanitizer
- Tisu basah dan tisu kering
- Obat-obatan pribadi dan kotak P3K
Kesehatan yang terjaga akan membantu keluarga bertahan lebih baik dalam situasi sulit.
4. Kesiapsiagaan dan Kemandirian Masyarakat
Dharma Pongrekun menekankan bahwa kemandirian masyarakat adalah kunci utama dalam menghadapi krisis.
