Listrik Mati Hingga 7 Hari di Indonesia? Ini Persiapan Penting dan Tips Bertahan Hidup yang Wajib Diketahui

Minggu 18 Jan 2026, 21:42 WIB
Benarkah Akan Ada Pemadaman Listrik Selama Tujuh Hari di Indonesia? (Sumber: Pinterest)

Benarkah Akan Ada Pemadaman Listrik Selama Tujuh Hari di Indonesia? (Sumber: Pinterest)

Menurutnya, kesiapsiagaan bukanlah bentuk ketakutan, melainkan bagian dari ketahanan nasional berbasis masyarakat. Setiap keluarga diimbau memiliki perlengkapan dasar agar tetap dapat menjalani kehidupan sehari-hari dalam kondisi darurat.

Tips Bertahan Hidup Jika Listrik Mati Selama Tujuh Hari

Sebagai langkah antisipatif, masyarakat dapat melakukan persiapan sederhana namun efektif. Berikut beberapa tips bertahan hidup jika terjadi pemadaman listrik dalam waktu lama.

1. Persediaan Makanan dan Air Tahan Lama

Makanan menjadi kebutuhan utama yang harus diprioritaskan. Pilih bahan pangan yang tidak mudah rusak dan tidak bergantung pada pendingin listrik.

Beberapa contoh persediaan yang disarankan:

  • Beras, mie instan, dan sereal
  • Ikan kaleng, kornet, dan makanan siap saji
  • Biskuit dan makanan kering berenergi tinggi

Untuk air minum, simpan air bersih dalam wadah tertutup dan higienis. Air sangat penting untuk menjaga fungsi tubuh dan mencegah dehidrasi.

2. Menyediakan Sumber Cahaya Alternatif

Ketiadaan listrik berarti penerangan terbatas. Oleh karena itu, siapkan:

  • Senter dan baterai cadangan
  • Lampu darurat isi ulang
  • Lilin sebagai opsi terakhir dengan pengawasan ketat

Disarankan pula untuk mengatur aktivitas di siang hari agar penggunaan cahaya buatan dapat diminimalkan.

Baca Juga: Pengantin di Cengkareng Jakarta Barat Hadapi Banjir yang Melanda Saat Pesta Pernikahan

3. Menjaga Kebersihan dan Kesehatan

Dalam kondisi darurat, risiko penyakit justru meningkat. Menjaga kebersihan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

Perlengkapan dasar yang perlu disiapkan meliputi:

  • Sabun cair dan hand sanitizer
  • Tisu basah dan tisu kering
  • Obat-obatan pribadi dan kotak P3K

Kesehatan yang terjaga akan membantu keluarga bertahan lebih baik dalam situasi sulit.

4. Kesiapsiagaan dan Kemandirian Masyarakat

Dharma Pongrekun menekankan bahwa kemandirian masyarakat adalah kunci utama dalam menghadapi krisis.


Berita Terkait


News Update