Meski lokasi sampah tidak terlalu dekat dengan rumah warga, aktivitas pembuangan sampah tetap membuat masyarakat waswas.
"Soalnya sampahnya juga bukan sampah warga sini. Jadi sampah enggak tau dari mana, dibawa pakai truk, nah truk itu ditutup terpal, sampahnya dibuang ke lahan itu," ungkap dia.
Nurisa menyebut kondisi tersebut terjadi sejak sekitar tiga bulan terakhir. Sebelumnya, perairan di kawasan tanggul Muara Baru relatif bersih.
Baca Juga: Wali Kota Jakut Buka Suara soal Sampah Menggunung di Tanggul Muara Baru
"Ya sejak ada urukan itu, udah tiga bulanan kayaknya mah. Saya juga enggak tau buat apa urukannya," tutur dia.
Ketua RT 20 RW 17 Kelurahan Penjaringan Hendri mengatakan aktivitas pengurukan di lahan tersebut sudah berlangsung sejak Juni 2025.
"Akhirnya sempat diadakan rapat bersama Lurah, Camat, Dinas Lingkungam Hidup, sama tiga pilar," kata dia.
Hendri menentang aktivitas tersebut karena dinilai merugikan warga dan mencemari lingkungan.
"Apalagi ini kan bukan sampah dari masyarakat sini, ini kan sampah dari mana-mana yang dibuang ke lahan urukan itu tadi," ungkap dia.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas pembuangan sampah dari truk besar masih berlangsung. Area urukan dijaga sejumlah orang yang tidak dikenal warga sekitar. Di pos penjagaan juga terpasang larangan memotret.
Kondisi itu kontras dengan aktivitas petugas gabungan yang membersihkan sampah di perairan sekitar. Sementara pembuangan sampah masih terjadi di area urukan.
Sampah yang menumpuk terdiri dari plastik, kayu, bambu, hingga gabus berukuran besar. Tumpukan tersebut bahkan membentuk daratan baru.
