Langkah hibah ini juga selaras dengan pilar ESG, di mana barang-barang yang masih layak pakai dapat memberikan manfaat sosial bagi komunitas yang membutuhkan, alih-alih menjadi limbah yang tidak terkelola.
"Transjakarta senantiasa mengimbau pelanggan untuk tetap waspada dan memeriksa kembali barang bawaan sebelum meninggalkan bus atau halte," kata dia.
Tjahyadi menyebut, bagi pelanggan yang merasa kehilangan barang, dapat segera melapor kepada petugas di lapangan atau menghubungi kanal resmi Customer Care Transjakarta.
"Melalui penguatan layanan ini, Transjakarta berkomitmen untuk menghadirkan transportasi publik yang tidak hanya unggul secara operasional, tetapi juga menjadi teladan dalam praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan," ujarnya.
Sebagai informasi, PT Transjakarta terus memperkuat sistem pengelolaan barang tertinggal (Lost and Found) sebagai bagian dari transformasi layanan pelanggan yang mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta Environmental, Social, and Governance (ESG).
Langkah ini merupakan wujud nyata akuntabilitas dan tanggung jawab sosial perusahaan dalam menjaga kepercayaan publik. (cr-4)
