JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Fenomena penurunan muka tanah di Jakarta masih terus terjadi dan menjadi ancaman serius, khususnya di kawasan pesisir.
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru Badan Geologi, laju penurunan tanah di sejumlah titik bahkan mencapai lebih dari 5 sentimeter per tahun.
Kepala Balai Konservasi Air Tanah (BKAT) Badan Geologi, Taat Setiawan menjelaskan bahwa penurunan muka tanah di Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta hingga saat ini belum berhenti.
Baca Juga: Diduga Kelompok Matel Hentikan Kendaraan Warga di Daan Mogot, Kombes Manang Colek OJK
Hasil pengukuran menggunakan metode GPS Geodetik di sekitar 100 lokasi sejak 2015 hingga 2024 menunjukkan laju penurunan tanah berkisar antara 0,05 hingga 5,76 sentimeter per tahun.
"Penurunan muka tanah di Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta saat ini masih terjadi. Berdasarkan pengukuran menggunakan GPS Geodetik pada 100 lokasi dari tahun 2015 hingga 2024 menunjukkan laju penurunan muka tanah berkisar antara 0.05 hingga 5.76 sentimeter per tahun," ujar Taat kepada Poskota, Kamis, 15 Januari 2025.
Taat menyebut, salah satu faktor penurunan permukaan tanah adalah pengambilan air tanah, terutama di kawasan dengan aktivitas perkotaan dan industri yang padat.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa faktor lain juga turut berperan, seperti konsolidasi alami batuan, beban bangunan dan infrastruktur, serta pengaruh tektonik.
Baca Juga: Ratusan KK di Jayanti Tangerang Terendam Banjir Hampir Seatap Rumah, Warga Minta Perahu Karet
"Pengambilan air tanah merupakan salah satu penyebab terjadinya penurunan muka tanah di samping faktor lain seperti konsolidasi alami batuan, beban bangunan, dan tektonik," ucap Taat.
Taat mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan air tanah dan penurunan muka tanah di CAT Jakarta, beberapa lokasi menunjukkan adanya hubungan antara pengambilan air tanah dan penurunan muka tanah.
