JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Penjualan mobil listrik di Indonesia mencapai 103.915 unit sepanjang 2025. Data tersebut didapatkan dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Capaian tersebut bertambah pesat daripada periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 43.188 unit. Lonjakan ini mencerminkan akselerasi adopsi kendaraan listrik di pasar domestik sepanjang tahun lalu.
Dari sisi model, BYD Atto 1 menjadi merek dengan wholesales terbanyak. Meski baru diluncurkan Juli 2025, model ini mencatatkan penyaluran hingga 22.582 unit.
Kemudian, disusul BYD M6 sebagai model MPV listrik mencatatkan 10.682 unit penjualan dan BYD Sealion 7 8.402 unit. Sub-merek BYD, Denza D9 juga memberikan kontribusi signifikan dengan penyaluran 7.474 unit sepanjang 2025.
Dominasi Merek China di Daftar Teratas
Secara umum, merek asal China mendominasi daftar mobil listrik dengan penyaluran terbanyak. Selain BYD, Chery J6 dan J6T berhasil mencatatkan wholesales gabungan 6.070 unit.
Satu-satunya merek non-China yang menembus daftar 10 besar adalah VinFast. Model VinFast VF e34 disalurkan sebanyak 5.974 unit, menunjukkan performa cukup kompetitif di tengah dominasi brand China.
Hyundai Belum Tembus 10 Besar
Sementara itu, pabrikan Korea Selatan belum mampu menembus jajaran sepuluh besar wholesales mobil listrik. Hyundai Ioniq 5 mencatatkan penyaluran 779 unit, sedangkan Kona EV berada sedikit lebih tinggi dengan 836 unit sepanjang 2025.
Kondisi ini menempatkan Hyundai di luar kelompok merek dengan distribusi terbesar, meski kedua model tersebut masih hadir di pasar nasional.
Pada 2026, tren mobil listrik diprediksi menghadapi tantangan baru. Penghentian sejumlah insentif otomotif, termasuk subsidi impor, dinilai berpotensi memengaruhi laju pertumbuhan wholesales kendaraan listrik ke depan.
Perubahan kebijakan tersebut menjadi faktor penting yang akan menentukan peta persaingan mobil listrik di Indonesia pada tahun berjalan.
