POSKOTA.CO.ID - Influencer keuangan, Timothy Ronald dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan investasi aset kripto.
Timothy Ronald dilaporkan oleh seorang pria berinisial Y ke Polda Metro Jaya. Dalam laporan tersebut, Timothy disebut tidak sendiri.
Nama rekannya, Kalimasada, juga ikut terseret dalam perkara yang kini masih berada pada tahap awal.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan adanya laporan tersebut.
Namun, ia menegaskan, hingga saat ini status terlapor masih dalam proses penyelidikan dan belum ditetapkan sebagai tersangka.
"Benar ada laporan terkait kripto oleh pelapor inisial Y. Terlapor dalam lidik," ujar Budi kepada wartawan.
Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap pelapor dalam kasus dugaan penipuan investasi perdagangan aset kripto tersebut pada Selasa, 13 Januari 2026.
Pemeriksaan ini menjadi langkah awal penyidik untuk mengurai duduk perkara yang dilaporkan.
Selain pelapor, sejumlah saksi juga akan dimintai keterangan guna memperdalam materi laporan.
“Saat ini penyidik sudah mengirimkan undangan klarifikasi kepada pelapor dan para saksi. Pemeriksaan dijadwalkan Selasa, 13 Januari 2026,” jelas Budi.
Baca Juga: Benarkah Indra Kenz Pemilik Akun Skyholic88? Tuding Kelas Kripto Timothy Ronald Bermasalah
Kronologi Kasus Timothy Ronald
Kasus ini mulai menjadi sorotan luas setelah akun Instagram @skyholic888 mengunggah informasi terkait adanya laporan polisi tersebut.
Dalam unggahan itu disebutkan bahwa pelapor berasal dari kalangan anggota Akademi Crypto, sebuah komunitas edukasi dan investasi kripto yang didirikan oleh Timothy Ronald bersama Kalimasada.
Unggahan tersebut menuding adanya ajakan kepada anggota komunitas untuk menanamkan modal pada sejumlah aset kripto tertentu.
Investasi itu disebut dipromosikan secara masif dengan janji keuntungan besar, namun diduga tidak dikelola sesuai dengan yang disampaikan kepada anggota.
Akun tersebut juga mengklaim jumlah korban mencapai sekitar 3.500 orang dengan nilai kerugian ditaksir lebih dari Rp200 miliar.
Klaim ini menjadi salah satu fokus pendalaman penyidik guna memastikan kebenaran jumlah korban maupun total kerugian yang dilaporkan.
Di tengah proses hukum yang masih berjalan, publik turut mempertanyakan besaran harta kekayaan Timothy Ronald. Lantas, berapa total kekayaannya?
Harta Kekayaan Timothy Ronald Berapa?
Hingga kini, tidak ada angka resmi yang merinci total kekayaannya. Namun, sejumlah sumber menilai pundi-pundi kekayaan Timothy berasal dari berbagai lini usaha dan investasi.
Timothy dikenal aktif di dunia pasar modal, kripto, bisnis digital, serta memiliki penghasilan dari media sosial dan kelas edukasi keuangan.
Dalam berbagai kesempatan, Timothy Ronald mengklaim berhasil meraih Rp1 miliar pertama pada usia 19 hingga 20 tahun.
Keberhasilan itu disebut berasal dari strategi investasi yang telah ia tekuni sejak remaja.
Salah satu kisah yang kerap diungkap adalah investasi Bitcoin. Timothy menyebut, pernah menanamkan modal sekitar Rp290 juta dan dalam waktu relatif singkat nilainya meningkat menjadi sekitar Rp1,7 miliar.
Selain investasi, Timothy juga memperoleh pendapatan dari kelas-kelas edukasi keuangan, kerja sama komersial, serta sponsorship.
Ia tercatat memiliki keterlibatan di sejumlah bisnis, termasuk kepemilikan saham di perusahaan hiburan dan lifestyle.
Perjalanan bisnisnya sendiri disebut dimulai sejak usia 15 tahun, ketika ia menjalankan usaha impor minyak rambut dari China dengan modal awal sekitar Rp2 juta. Usaha kecil itu menjadi pijakan awal karier wirausahanya.
Kemudian, pada tahun 2022, Timothy mendirikan Akademi Crypto, sebuah platform edukasi dan riset aset kripto.
Melalui platform ini, ia memberikan pelatihan dan bimbingan terkait investasi aset digital, termasuk Bitcoin dan altcoin.
Selain itu, Timothy juga dikenal sebagai salah satu pendiri Ternak Uang, platform edukasi finansial yang dirintis bersama Raymond Chin dan Felicia Putri Tjiasaka.
Di pasar saham, Timothy mengaku, mulai berinvestasi sejak usia 15 tahun.
Dia menyebut, pernah berinvestasi pada saham-saham besar seperti BCA (BBCA) dan BRI (BBRI), termasuk membeli saham BBRI di kisaran Rp2.100 serta saham ARTO yang disebut melonjak signifikan.
Dirinya juga dikenal sebagai salah satu pemegang saham termuda di Holywings Group, perusahaan lifestyle yang menaungi berbagai outlet hiburan besar.
