TAMBORA, POSKOTA.CO.ID - Kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk daerah Tambora, Jakarta Barat pada Minggu, 11 Januari 2026 membuat warga terdampak harus mengungsi.
Salah satunya, Tati (43), bersama keluarga terpaksa mengungsi di Musola Nurul Yaqin, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, setelah rumahnya hangus dilalap sijago merah.
Tak sendiri, ia bersama beberapa tetangganya sudah satu malam harus tidur di lantai dua musola hanya beralaskan karpet.
“Ya kondisinya begini, semalam tidur cuma pakai karpet musola. Semalam itu dingin banget karena hujan juga, sarung jadi selimu,” kata Tati saat ditemui, Senin, 12 Januari 2026.
Baca Juga: Penurunan Tanah Jakarta Capai 9 Cm per Tahun, Gubernur Pramono Dorong Percepatan Giant Sea Wall
Di lantai dua musola yang tidak terlalu besar, berukuran sekitar 15x15 meter itu, Tati dan warga terdampak kebakaran lainnya harus tidur secara berhimpitan. Musola menjadi satu-satunya lokasi pengungsian.
Ia berujar, bantuan berupa makanan dan minuman sudah terpenuhi. Namun warga terdampak masih membutuhkan bantuan misalnya seperti kasur atau alas dan juga selimut.
“Kalau makanan alhamdulillah ada, obat-obatan juga baru datang, cuma yang belum ada itu kasur, selimut, soalnya kalau malam itu dingin banget,” ucap dia.
Saat kebakaran yang melanda pada Minggu, sekitar pukul 4 dini hari, Tati bersama keluarga sedang tertidur pulas. Tiba-tiba saja ia mendengar suara gemuruh yang ternyata warga sedang berusaha memadamkan api yang malahap salah satu rumah.
Baca Juga: Gegara Cemburu Buta, Dua Pria di Bogor Keroyok Pacar Istri Siri
Saat itu, Tati sangat panik karena ketika ia melihat keluar, api sudah mengepung rumahnya. Ibu rumah tangga ini langsung berteriak minta tolong sambil menyelamatkan surat yang dia anggap berharga.
