“Saya cuma bisa minta tolong, soalnya ibu saya lagi sakit enggak bisa jalan. Ibu saya langsung dibantu warga, anak-anak muda itu langsung gendong ibu saya,” ungkap dia.
Hal senada diutarakan Mami Suparmi, 58 tahun yang saat kejadian juga sedant tertidur. Ia mengaku saat kebakaran terjadi, hanya bisa menyelamatkan surat berharga yaitu surat rumah.
“Enggak ada yang selamat barang-barang, cuma bawa surat rumah doang. Pas liat keluar apinya udah besar,” tuturnya.
Baca Juga: Akibat Hujan dan Peningkatan Kendaraan, Lampu Merah Baltim Tangerang Sempat Macet Total
Berdasarkan pendataaan, sebanyak 15 rumah tinggal di lokasi itu hangus terbakar. Dari 15 rumah yang terbakar, terdiri dari 38 kepala keluarga dengan total 146 jiwa yang terdampak.
Hasil penyelidikan sementara, kebakaran diduga akibat korsleting listrik dari salah satu rumah yang sudah hangus dilalap sijago merah itu.
Berdasarkan keterangan warga, api awalmya melahap salah satu rumah lalu dengan cepat merambat ke rumah-rumah lainnya. Lokasi kebakaran merupakan permukiman padat penduduk. (pan)
Foto: Warga Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, mengungsi di musola Nurul Yaqin, pasca kebakaran yang melanda rumah mereka, Senin 12 Januari 2026. Poskota/Pandi Ramedhan
