JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengakui, keterbatasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) masih menjadi salah sebuah masalah krusial yang dihadapi pihaknya.
Hal tersebut disampaikan Pramono saat menyerahkan kunci rumah susun (rusun) Pulo Gebang kepada warga yang direlokasi dari Tempa Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin, 12 Januari 2025.
"Sebagai Gubernur Jakarta saya memang meminta kepada jajaran untuk problem di Jakarta salah satunya adalah TPU," kata Pramono, Senin, 12 Januari 2026.
Pramono menjelaskan, lahan TPU yang sudah penuh memaksa pemerintah menerapkan sistem pemakaman tumpang tindih atau lebih dari satu jenazah dalam satu makam.
Dari total 80 TPU, hanya 11 TPU yang masih memungkinkan untuk digunakan secara normal.
"Di Jakarta ini kita mempunyai 80 TPU, 69 TPU udah gak bisa diapa-apain secara normal, harus tumpang tindih, harus ditumpangkan, 11 (TPU) yang masih bisa dan Kebon Nanas sebenarnya termasuk yang sudah tidak bisa," ujarnya.
Penataan TPU Kebon Nanas
Menurutnya, penataan TPU Kebon Nanas bukan sekadar pengembalian fungsi lahan pemakaman, tetapi pengoptimalan daya tampung jenazah.
Saat ini, TPU tersebut telah memiliki lebih dari 3.000 makam. Setelah ditata, lahan diharapkan dapat menampung sekitar 1.000 makam baru.
"Maka warga di TPU itu yang ditempatkan oleh warga yang kurang lebih 3000 (makam) lebih tadi, yang bisa menampung nantinya untuk 1000 makam baru," ucap dia.
