Penurunan Tanah Jakarta Capai 9 Cm per Tahun, Gubernur Pramono Dorong Percepatan Giant Sea Wall

Senin 12 Jan 2026, 16:39 WIB
Pramono Anung dorong percepatan pembangunan Giant Sea Wall, antisipasi penurunan tanah di Jakarta. (Sumber: beritajakarta.id)

Pramono Anung dorong percepatan pembangunan Giant Sea Wall, antisipasi penurunan tanah di Jakarta. (Sumber: beritajakarta.id)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mencatat dalam dua tahun terakhir laju penurunan permukaan tanah di Jakarta berada pada kisaran 0 hingga 9 sentimeter per tahun. 

Fenomena tersebut masih menjadi tantangan serius bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama di wilayah pesisir dan kawasan dengan eksploitasi air tanah yang tinggi.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan implementasi proyek Giant Sea Wall sebagaimana arahan Presiden RI Prabowo Subianto. 

"Jadi sebagai Gubernur Jakarta, saya menginginkan apa yang menjadi arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk Giant Sea Wall, mudah-mudahan segera bisa diimplementasikan," ujar Pramono di Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin, 12 Januari 2026.

Baca Juga: Pembangunan SMA KTB Polri Bogor Capai 43 Persen, Optimis Bisa Digunakan Juli

Menurut Pramono, proyek tersebut berperan penting dalam menyelesaikan dua persoalan utama yang dihadapi Jakarta saat ini, yakni penurunan permukaan tanah dan masalah ketersediaan air bersih.

"Karena kalau itu bisa dilakukan, bagi Jakarta sendiri sebuah hal untuk menyelesaikan dua persoalan utama, yaitu penurunan permukaan tanah dan permasalahan tentang air bersih," ucap Pramono. 

Sebelumnya, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mencatat dalam dua tahun terakhir laju penurunan permukaan tanah di Jakarta berada pada kisaran 0 hingga 9 sentimeter per tahun. 

Ketua Subkelompok Perencanaan Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai Dinas SDA DKI Jakarta, Alfan Widyastanto mengatakan angka penurunan tanah tersebut bervariasi di setiap wilayah, namun kawasan Jakarta Utara menjadi area dengan tingkat penurunan paling signifikan.

Baca Juga: Beraksi Puluhan Kali di Tangerang Raya, Sindikat Curanmor Diciduk Polisi

"Berdasarkan catatan, penurunan permukaan tanah di Jakarta masih terjadi, khususnya di kawasan Jakarta Utara. Rata-rata penurunan permukaan tanah dalam 2 tahun terakhir ini berkisar antara  0-9 cm per tahun, meskipun angkanya berbeda-beda di tiap wilayah," ucap Alfan kepada Poskota, Minggu, 11 Januari 2025.


Berita Terkait


News Update