"Bagaimana lagi, malu karena dibeda-bedakan, padahal presidennya sama, negaranya sama Indonesia," katanya, Minggu 11 Januari 2026.
Selain persoalan infrastruktur jalan, warga huntara juga mengeluhkan belum terealisasinya janji pemerintah terkait pembangunan hunian tetap (huntap). Mereka mengaku lelah menunggu kepastian, sementara harus terus bertahan di hunian sementara yang kondisinya kian memprihatinkan.
"Sudah capek di hunian sementara, tendanya juga sudah sering rusak, janji pemerintah bangun Huntap tak kunjung datang," katanya.
Baca Juga: Viral di Medsos, Kemasan MBG di Sukaresmi Pandeglang Pakai Plastik Kresek
Dari informasi yang dihimpun, hingga saat ini masih terdapat 104 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di hunian sementara di kawasan tersebut. Sementara, sebagian warga lainnya memilih pindah secara mandiri karena tidak kuat bertahan dengan kondisi yang ada.
Warga berharap viralnya video perbedaan kondisi jalan tersebut dapat membuka mata pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Mereka mendesak agar pembangunan infrastruktur serta pemenuhan hak dasar masyarakat, khususnya bagi korban bencana, dapat dilakukan secara adil dan merata tanpa terhambat batas administratif wilayah.
"Kami juga punya hak untuk hidup lebih baik. Maka kami harap pembangunan Huntap segera direalisasikan, karena sudah 6 tahun kami tinggal di Huntara ini," ujarnya. (fat)
