Puluhan Tahun Tanpa Septic Tank, Warga RW 08 Jelambar Kini Miliki Fasilitas Sanitasi Layak

Minggu 11 Jan 2026, 19:08 WIB
Warga RW 08 Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, saat menunjukkan septic tank yang baru saja dibangun, Minggu, 11 Januari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Warga RW 08 Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, saat menunjukkan septic tank yang baru saja dibangun, Minggu, 11 Januari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

GROGOL PETAMBURAN, POSKOTA.CO.ID - Warga RW 08 di Kelurahan Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Lie Min Lan (79), kegirangan setelah rumahnya kini telah memiliki septic tank.

Sebelumnya, septic tank yang ada di rumahnya bercampur dengan tetangg setelah ia membeli rumah itu.

"Sebelumnya septic tank di sebelah, bareng-bareng. Dia kan (tetangga) emak sama anak. Sebelumnya enggak punya, jadi gabung sama sebelah," kata Lie saat ditemui, Minggu, 11 Januari 2026.

Lie menyebut, saat membeli rumah itu, ia mengaku tidak mengetahui jika septic tank masih bercampur dengan rumah yang ada di sebelahnya.

Baca Juga: Dinkes Kabupaten Tangerang Catat Puluhan Kasus ISPA di Musim Pancaroba, Imbau Waspada Super Flu

"Nah baru tau pas dikasih tau tetangga, katanya 'ci, septic tank-nya ada di rumah saya' kata saya ya udah gapapa kita patungan kan saya pikir," kata dia.

Dari pengakuannya, kondisi tersebut telah terjadi sejak sekitar 10 tahun. Namun, kini di rumahnya telah memiliki septic tank sendiri dan ia menyebut sangat merasa terbantu.

"Senang banget, sangat terbantu banget, saya berterimakasih," ucap dia.

Hal senada diutarakan warga RT 05 RW 08 bernama Hani (44) yang selama lebih dari 20 tahun rumahnya tidak mempunyai septic tank.

"Jadi ya selama ini ya cuma ke WC umum aja, kan ada WC umum," ucap dia.

Baca Juga: Permukaan Tanah Jakarta Utara Turun hingga Tiga Meter di Bawah Permukaan Laut, BRIN Ungkap Peyebabnya

Di rumah sederhana itu, Hani menyebut terdapat dua kepala keluarga yang terdiri dari enam orang. Sebelum ada septic tank, ia mengaku bahkan kerap menahan ketika ingin buang air besar (BAB).

"Kadang suka ditahan, kalau misalkan masih ditahan ya ditahan dulu," ucap dia.

Ketua RT 06 RW 08, Rista mengatakan, di rumah Lie sendiri sebelumnya merupakan satu rumah. Namun oleh pemiliknya dipisah dan dijual.

"Tadinya satu rumah, terus dibagi-bagi sama yang punya rumah buat anak-anaknya. Nah inu jatah anaknya dijual. Nah ibu Lie ini belum tau kalau ternyata septic tank-nya ini masih gabungan," ucap dia.

"Jadj pas beli pun enggak tau, Ibu Lie ini pun tau dari tetangganya kalau septic tank-nya itu ternyata masih digabung," tambah Rista.

Baca Juga: Pihak Adly Fairuz Nilai Gugatan Rp5 Miliar Tak Berdasar

Ketua RW 08, Ahmad Toni mengatakan, ada sebanyak enam kepala rumah tangga di wilayahnya yang baru saja mendapatkan septic tank baru yang diberikan oleh pemerintah.

"Di RW 08 kemarin ada 6 kepala rumah tangga. Di RT 05 ada 3, di RT 06 ada 1, di RT 04 ada 1, pokoknya ada 6 kepala keluarga," kata dia.

Disampaikan Toni, usulan pembangunan septic tank telah diajukan sejak lama. Kemudian ketika mengetahui ada program pembuatan septic tank, dirinya langsung mengajukan.

"Nah dari RW 08 ada mengajukan 6 kepala keluarga, dalam beberapa bulan akhirnya terealisasi. Ini sudah selesai semua, sudah rampung," tutur dia.

Toni menyampaikan, pembangunan septic tank untuk warga sangat baik dan perlu dilakukan. Ia menilai langkah itu sebagai salah satu upaya dalam menjaga kebersihan dan kesehatan warga.

"Mudah-mudahan warga BAB-nya juga jadi teratur kan, maksudnya sekarang kan udah punya septic tank masing-masing," katanya.

Baca Juga: Pastikan Warga Binaan Bersih Narkoba, Ratusan Napi Rutan Tangerang Jalani Tes Urine

Lurah Jelambar, Pradista menyampaikan, pembuatan septic tank merupakan salah satu program di Kelurahan bagi warga yang belum mempunyai septic tank khususnya warga tidak mampu.

"Jadi kami di sini fokuskan yang kemarin sudah dilakukan itu ada enam titik per KK ya," kata dia.

Menurut Pradista, pembuatan septic tank untuk warga itu dilakukan setelah pihaknya menerima langsung usulan warga. Pihaknya pun perlu meninjau lagi apakah warga yang dimaksud berhak mendapatkan bantuan berupa pembuatan septic tank itu.

"Kemudian dari RT dan RW itu usulannya langsung kita survei kelurahan ke lokasi, apakah usulan dari RT atau RW itu tepat warganya gimana, apakah warganya mampu atau tidak yang diusulkan oleh RT/RW tersebut," jelas dia. (pan)


Berita Terkait


News Update