Lantas, Rizki Abdul Rahman Wahid alumni mana? Berikut informasi mengenai jejak pendidikan dan dan aktivitas organisasi sosok pelapor stand up comedy Mens Rea.
Baca Juga: Apa Itu Mens Rea Pandji Pragiwaksono? Kini Viral Dilaporkan ke Polisi

Apa Itu Mens Rea?
Mens Rea merupakan judul pertunjukan stand-up comedy special ke-10 milik Pandji Pragiwaksono.
Pertunjukan ini menjadi sarat kritik sosial dan satire politik, yang selama ini menjadi ciri khas Pandji dalam menyampaikan pandangannya terhadap dinamika demokrasi dan kebijakan publik di Indonesia.
Pertunjukan Mens Rea tersebut digelar secara langsung di Indonesia Arena, Jakarta, pada 30 Agustus 2025.
Namun, publik yang lebih luas baru dapat mengakses rekaman pertunjukan tersebut setelah tayang secara global melalui layanan streaming Netflix sejak 27 Desember 2025.
Materi Mens Rea yang Dipersoalkan
Salah satu segmen dalam Mens Rea menyinggung konsep politik balas budi yang dikaitkan dengan pemberian konsesi tambang kepada organisasi kemasyarakatan berbasis agama.
Materi inilah yang menjadi dasar pelaporan Rizki Abdul Rahman Wahid dan kelompoknya.
"Ada yang ngerti politik balas budi? Gue kasih lu sesuatu, tapi lu kasih gue sesuatu lagi. Emang lu kenapa NU sama Muhammadiyah bisa ngurus tambang? Kenapa kira-kira? Karena diminta suaranya, gue kasih sesuatu yang lu suka, happy lah. Ormas agama ngurus tambang, happy lah," satir Pandji.
Pandji kemudian melanjutkan dengan perbandingan respons organisasi keagamaan lainnya terhadap tawaran serupa.
“Dan sebenarnya nggak cuman ormas Islam saja, semua ormas agama ditawarin, tapi agama lain nolak. Ormas Islam, alhamdulillah rezeki anak sholeh, masa ditolak, hah, ini pasti karena aku rajin shalat, rezeki anak sholeh nih. Diambil guys. Gue denger-denger HKBP nolak. HKBP bilang, mohon maaf ini ngurus lapor ribet banget apalagi ngurus tambang, capek gue," cetus dia.
Bagi Rizki dan pihak pelapor, materi tersebut dinilai mengandung generalisasi serta insinuasi yang berpotensi merugikan organisasi keagamaan tertentu dan menciptakan persepsi negatif di tengah masyarakat.
