Pastikan, Anda memenuhi seluruh berkas penting, mulai dari KTP, Surat Izin Usaha, hingga NPWP. Dokumen yang dilampirkan juga harus yang terbaru supaya pihak bank bisa memverifikasi dengan mudah.
2. Siapkan Laporan Keuangan yang Terstruktur
Sebelum mengajukan pinjaman, UMKM harus menyiapkan laporan keuangan yang jelas dan terstruktur untuk membantu pengajuan pinjaman.
Laporan keuangan yang dibuat harus memuat seluruh pemasukan dan pengeluaran secara rinci, serta menunjukkan profit yang diperoleh dan kestabilan usaha.
Sebab, NRI akan memeriksa seberapa baik Anda dalam mengelola keuangan. Laporan yang transparan akan memuat pihak bank yakin untuk memberikan pinjaman.
Baca Juga: Pemerintah Luncurkan KUR Perumahan, UMKM Bisa Beli dan Bangun Rumah untuk Usaha
3. Pastikan Lama Usaha Berdiri Sesuai Ketentuan
BRI memiliki syarat bagi pelaku UMKM yang hendak mengajukan pinjaman. Salah satu syaratnya, yaitu terkait lama usaha berdiri.
Setiap pelaku usaha yang mau dapat pembiayaan tambahan paling tidak harus memiliki usaha yang sudah berjalan minimal 6 bulan serta memiliki riwayat yang jelas.
Semakin lama usaha berdiri, maka akan menunjukkan bahwa pemilik usaha mampu mengelola bisnis yang dimiliki dengan baik.
4. Periksa Laporan SLIK OJK
Saat calon debitur mengajukan pinjaman, BRI akan mengecek terlebih dahulu rekam jejak kredit yang tertera dalam laporan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.
Jika rekam jejak kredit Anda baik, maka kemungkinan pengajuan pinjaman diterima cukup besar. Namun, jika debitur memiliki kredit macet, kemungkinan besar pinjaman akan ditolak.
5. Tentukan Tujuan Pengajuan Dana
Terakhir, calon debitur harus menentukan dengan tepat tujuan pengajuan pinjaman dana KUR BRI, misalnya untuk membeli mesin baru atau memperluas tempat usaha.
Lalu, jelaskan juga manfaatnya untuk mendukung kemajuan bisnis atau usaha milik debitur.
