Protes UMP DKI 2026, Buruh Desak Gubernur Pramono Naikkan Upah Sesuai KHL

Kamis 08 Jan 2026, 16:26 WIB
Masa aksi buruh saat memprotes UMP Jakarta 2026 di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Januari 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

Masa aksi buruh saat memprotes UMP Jakarta 2026 di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Januari 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

"Mengapa kita akhirnya datang ke istana? Karena Gubernur DKI enggak mau dengerin kita. Presiden Prabowo Subianto harus turun tangan," ucapnya. 

Menurut Said, target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen tidak akan tercapai jika upah di ibu kota masih tergolong rendah. Dia menilai daya beli buruh menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. 

"Katanya ingin mencapai pertumbuhan ekonomi menuju ke 8 persen. Enggak akan mungkin kalau upah di ibu kota, masih ibu kota kan DKI ini, adalah rendah. Enggak mungkin ada pertumbuhan ekonomi yang sampai 8 persen itu," ungkap Said. 

Said juga menolak kebijakan yang hanya mengandalkan insentif bagi pekerja. Ia menegaskan bahwa insentif seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin, sementara buruh yang masuk kategori hampir miskin membutuhkan upah yang layak, bukan bantuan sementara.

"Kami minta kalau memang Gubernur Pramono Anung berpihak pada masyarakat Jakarta tadi, subsidi upah," kata dia. (cr-4)


Berita Terkait


News Update