"Diketahui, rencana pengguguran kandungan tersebut bukan sepenuhnya keinginan keduanya. Mereka mengaku mendapat tekanan dari orang tua perempuan, yang meminta agar kandungan digugurkan karena sejak awal pihak laki-laki dianggap tidak sanggup bertanggung jawab," sambungnya.
Sebelum berpikir untuk aborsi di dokter, sepasang kekasih itu sempat membeli obat keras Misoprostol untuk menggugurkan kandungannya, namun obat tersebut tak bereaksi.
Baca Juga: Tawuran Gunakan Sajam dan Bom Molotov di Krukut Depok, Polisi Amankan 4 Orang
Edison melanjutkan, untuk mencegah terjadinya tindak aborsi itu, pasangan kekasih itu dibawa ke Mapolsek Cileungsi untuk dilakukan mediasi bersama dengan orang tuanya masing-masing.
"Hasil mediasi, kedua belah pihak sepakat untuk mempertahankan kehamilan. Pihak laki-laki menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab dan merawat bayi tersebut hingga lahir," pungkasnya. (cr-6)
