JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memastikan, pembongkaran tiang-tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dimulai pekan depan, Rabu, 14 Januari 2026.
"Pak Gub kemarin, pada saat Rapim, menyampaikan minta minggu depan dibongkar. Jadi rencana minggu depan kita akan mulai inshallah Rabu, kalau enggak berubah," kata Kepala Dinas Bina Marga Jakarta, Heru Suwondo di Balai Kota Jakarta, Rabu, 7 Januari 2025.
Heru menegaskan, pembongkaran dilakukan pada tiang monorel di Rasuna Said terlebih dahulu, karena seluruh persyaratan dan kesiapan teknis telah dipenuhi.
"Kalau kita mah sudah siap saja. Karena kan sudah dipenuhi semua aturannya. Jadi ya kita akan lakukan pembongkaran dan kita akan tata Jalan Rasuna Said (dulu)," ujarnya.
Baca Juga: Link Video Botol Golda 19 Detik Viral di TikTok, Apa Isinya? Ternyata Ini Faktanya
Proyek Mangkrak Dibongkar
Pembongkaran tiang monorel tidak hanya bertujuan menghilangkan aset mangkrak, tetapi juga menata ulang Jalan Rasuna Said sisi timur supaya seragam dengan sisi barat yang lebih dulu selesai ditata.
Selama ini, penataan sisi timur terkendala keberadaan tiang monorel yang sudah bertahun-tahun tidak difungsikan.
"Makanya akan kita rapikan jalannya yang Jalan Rasuna Said sisi Timur, jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata. Nantinya hilang (pemisahnya). Sama seperti di sisi barat-nya," ucapnya.
Ia menjelaskan, tiang monorel di Jalan Rasuna Said berjumlah 98 yang akan dibongkar secara bertahap.
Pembongkaran akan dilakukan bersamaan dengan penataan jalan dan trotoar, sehingga durasi pengerjaan berjalan mengikuti progres di lapangan.
"Ada 98 (tiang) yang di sepanjang Rasuna Said.
(Waktu lama pembongkaran) berjalan saja sekalian menata. Kita bongkar, kita tata jalannya dan trotoarnya, jadi nanti sudah tidak ada lagi pemisahnya," ujar dia.
Pembongkaran Tidak Tutup Jalan
Ia memastikan, proses pembongkaran tidak akan menutup jalan sepenuhnya. Jalur lambat akan digunakan untuk aktivitas pembongkaran, sedangkan jalur cepat tetap dibuka penuh untuk kendaraan.
“Kita tidak menutup jalan. (Memang) agak terganggu sedikit karena kita pakai jalur lambat, tapi jalur cepat kita buka semua full,” ucap dia.
Selain itu, pembongkaran tiang-tiang tak berfungsi akan dilakukan pada waktu malam supaya tidak mengganggu lalu lintas.
"Kalau pembongkaran kita upayakan malam hari supaya tidak mengganggu (lalu lintas)," tuturnya. (cr-4)
