JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Bank Jakarta membuat terobosan dengan menggandeng Visa untuk memperluas layanan transaksi global bagi nasabahnya pada 2026. Nasabah bank daerah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta tersebut kini dapat melakukan transaksi di lebih dari 200 negara.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengapresiasi kolaborasi Bank Jakarta dan Visa. Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk mendorong pengelolaan Bank Jakarta agar semakin profesional serta mampu bersaing di tingkat global.
“Saya mengucapkan selamat. Mudah-mudahan kartu ini bisa digunakan di seluruh dunia, lebih dari 200 negara. Mulai hari ini saya sendiri akan menggunakan kartu ini,” kata Pramono saat Grand Launching Kartu Debit Visa Bank Jakarta di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo menyampaikan, peluncuran kartu debit Visa menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan transformasi Bank Jakarta. Inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi lima tahun perusahaan yang bertumpu pada tiga pilar utama.
Baca Juga: Jelang Bursa Transfer Super League 2025/2026, Persija Jakarta Lepas Sementara Tiga Pemain Muda
“Tiga pilar tersebut meliputi pertumbuhan berbasis ekosistem Jakarta, penguatan kualitas aset dan tata kelola, serta pembangunan kapabilitas digital dan pemberdayaan sumber daya manusia,” ujarnya.
Ia menegaskan, transformasi Bank Jakarta hanya dapat berjalan optimal melalui kolaborasi dengan Pemprov Jakarta, regulator, mitra strategis, serta masyarakat. Perbankan BUMD ibu kota itu akan terus mengembangkan kapabilitas layanan dan solusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan warga Jakarta secara bertahap, prudent, dan selaras dengan ketentuan regulator.
Pada enam bulan pertama peluncuran, Bank Jakarta menargetkan sekitar 400.000 pengguna kartu debit Visa.
Sementara itu, Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari menyebutkan, kerja sama ini bertujuan mempermudah masyarakat Jakarta dalam melakukan transaksi global, mulai dari pembayaran pendidikan di luar negeri, kebutuhan ibadah umrah, hingga mendukung aktivitas bisnis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Peluncuran ini mencerminkan perubahan cara kita hidup, bekerja, dan berusaha. Jakarta bergerak menuju kota global untuk masuk 50 besar dunia pada 2030, dan pembayaran digital menjadi jembatan penghubungnya,” tuturnya.
