Selain kondisi korban, perhatian publik juga tertuju pada sikap sopir lansia yang menabrak Aqia. Menurut Fiersa Besari, pengemudi yang diperkirakan berusia 60–70 tahun tersebut sempat menilai kondisi Aqia hanya mengalami keseleo dan menawarkan uang sebesar Rp200 ribu sebagai bentuk tanggung jawab.
Tawaran tersebut dinilai tidak sebanding dengan dampak fisik, psikologis, serta kerugian materi yang dialami korban. Sikap itulah yang kemudian memicu kekecewaan dan kemarahan Fiersa Besari, yang merasa keselamatan seseorang tidak dapat direduksi hanya dengan nominal kecil.
Rincian Biaya dan Kerugian
Dalam unggahan lanjutan, Fiersa Besari turut membagikan rincian kerugian finansial akibat insiden tersebut. Berdasarkan potongan struk yang ditampilkan:
Biaya pengobatan/farmasi: Rp2.282.006
Biaya penginapan/hotel: Rp3.636.400
Biaya perjalanan (tiket kereta): Rp1.504.500
Jika ditotal, kerugian yang harus ditanggung mencapai Rp7.422.906, jauh melampaui jumlah uang yang ditawarkan oleh sopir.
Kerugian tersebut belum termasuk beban emosional dan gangguan rencana liburan keluarga, yang sejatinya menjadi momen istirahat dan kebersamaan.
Baca Juga: Viral Penusukan Malam Tahun Baru di Kemang Hingga Kritis, Pelaku Masih Berkeliaran
Laporan Dicabut, Namun Luka Emosional Tertinggal
Fiersa Besari mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mencabut laporan terkait kecelakaan tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pencabutan laporan tidak serta-merta berarti telah memaafkan kejadian itu sepenuhnya.
“Laporan memang sudah dicabut. Tapi, untuk memaafkan, nggak dulu ya,” tulis Fiersa dengan nada reflektif.
Pernyataan ini memperlihatkan bahwa proses pemulihan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga emosional sebuah aspek yang kerap luput dari perhatian dalam kasus kecelakaan lalu lintas.
