Longsor Terjadi di Gunung Kaupas Serang, BPBD Imbau Warga Waspada

Selasa 06 Jan 2026, 20:36 WIB
Kondisi longsor Gunung Kaupas, Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. (Sumber: BPBD Kabupaten Serang)

Kondisi longsor Gunung Kaupas, Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. (Sumber: BPBD Kabupaten Serang)

PADARINCANG, POSKOTA.CO.ID — Bencana longsor terjadi di kawasan Gunung Kaupas, Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Selasa, 6 Januari 2026.

Peristiwa tersebut dipicu kondisi lereng perbukitan yang curam dan labil sehingga memicu pergerakan tanah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sementara kerusakan masih dalam pendataan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Lutfi Jamaludin mengatakan, longsoran terjadi di area perbukitan dengan jarak sekitar satu kilometer dari permukiman warga.

“Material longsoran masih cukup jauh dari permukiman warga, sekitar satu kilometer. Sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa, namun kami tetap meningkatkan kewaspadaan,” ujar Lutfi kepada wartawan.

Baca Juga: TPT Longsor, Rumah Warga di Lebak Nyaris Runtuh

Ia menjelaskan, kawasan Gunung Kaupas memiliki karakteristik lereng curam yang berpotensi mengalami longsor susulan, terutama saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

“Ancaman utama yang kami waspadai adalah pergerakan tanah lanjutan dan bertambahnya material longsoran, termasuk risiko terhadap akses jalan dan permukiman yang berada di jalur aliran material,” jelasnya.

BPBD Kabupaten Serang merekomendasikan evakuasi sementara bagi warga yang berada di zona rawan longsor serta di sepanjang jalur potensi aliran material. Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas di sekitar lokasi kejadian.

“Kami mengimbau warga untuk mematuhi arahan petugas dan tidak mendekati lokasi longsor. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” tegas Lutfi.

Menurut Lutfi, tim BPBD Kabupaten Serang bersama unsur terkait telah bergerak ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan pemantauan lapangan. Pendataan kerusakan akibat longsor juga masih dilakukan.

“Kami terus berkoordinasi lintas sektor untuk kesiapsiagaan evakuasi dan penanganan darurat. Pemantauan intensif serta sosialisasi kewaspadaan kepada masyarakat akan terus kami lakukan,” pungkasnya.


Berita Terkait


News Update