JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Rencana impor 105 ribu unit kendaraan pick-up dari India dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) dinilai perlu dianalisis secara komprehensif.
Pertimbangannya bukan hanya sekadar kebutuhan pasar, tetapi juga dampaknya terhadap struktur industri komponen domestik.
Salah satu sektor yang berpotensi terdampak akibat impor kendaraan dari luar negeri tersebut adalah idustri kaca pengaman kendaraan bermotor.
Termasuk industri kaca lembaran yang selama ini menjadi pemasuk bahan baku utama dalam perakitan kendaraan.
Baca Juga: Mirip Skutik Eropa, Honda NWF 150 Resmi Debut dengan Harga Mulai Rp36 Jutaan
Kapasitas Industri Kaca Nasional Masih Longgar
Data industri menunjukkan kapasitas kaca lembaran nasional saat ini mencapai 2,9 juta ton per tahun yang dioperasikan oleh empat perusahaan.
Namun, tingkat utilisasi produksinya sepanjang 2025 sendiri baru menyentuh 66,9 persen.
Di sisi hilir, terdapat sepuluh perusahaan kaca pengaman otomotif dengan kapasitas terpasang 90.293 ton per tahun atau setara 2,25 juta set kaca kendaraan roda empat atau lebih. Tingkat utilisasinya bahkan masih di level 42 persen.
Sementara itu, kapasitas produksi kendaraan roda empat nasional tercatat mencapai 2,59 juta unit per tahun. Struktur ini menunjukkan ruang optimalisasi industri dalam negeri masih cukup besar
Baca Juga: Penjualan Mobil Mewah Awal 2026 Lesu, BMW dan Mercy Kompak Turun
Potensi Penurunan Permintaan Domestik
Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman, Yustinus H Gunawan menyebut, kaca lembaran domestik merupakan input utama dalam produksi kaca pengaman otomotif.
