Namun, karena pergantian hari Hijriah dimulai sejak terbenam matahari, maka malam 1 Rajab jatuh pada Sabtu malam, 20 Desember 2025. Dengan demikian, sholat malam 1 Rajab dapat mulai dikerjakan setelah sholat Maghrib pada tanggal tersebut hingga menjelang waktu Subuh.
Waktu Paling Utama Menurut Ulama
Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin menjelaskan bahwa sholat sunnah malam dapat dilakukan sejak setelah Isya hingga Subuh.
Namun, sepertiga malam terakhir disebut sebagai waktu yang paling utama karena pada saat itulah doa-doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan Allah SWT.
Bagi banyak orang, bangun di sepertiga malam terakhir bukan perkara mudah. Namun justru di situlah letak nilai pengorbanan dan keikhlasan yang menghadirkan kedalaman spiritual dalam ibadah.
Baca Juga: Jakarta–Sulsel Jajaki Kerja Sama Smart City dan Pangan
Jumlah Rakaat dan Tata Cara Sholat
Sholat malam 1 Rajab dikerjakan sebanyak 10 rakaat, dengan 5 kali salam (setiap dua rakaat satu salam). Tata caranya sama seperti sholat sunnah pada umumnya.
Niat sholat sunnah Rajab:
Ushallî sunnatar rajabi rak‘ataini mustaqbilal qiblati lillâhi ta‘âlâ.
Pada setiap rakaat, setelah membaca Al-Fatihah, dianjurkan membaca:
- Rakaat pertama: Surah Al-Ikhlas tiga kali
- Rakaat kedua: Surah Al-Kafirun tiga kali
- Rangkaian ini diulang hingga genap sepuluh rakaat.
- Doa Setelah Sholat Malam 1 Rajab
Setelah sholat, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir dan doa. Salah satu doa yang dianjurkan berisi pengakuan tauhid, pujian kepada Allah, serta permohonan keberkahan dan perlindungan, sebagaimana tercantum dalam berbagai kitab doa klasik.
Malam 1 Rajab bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender Hijriah. Ia adalah titik awal perjalanan spiritual, momentum untuk memperbarui niat, dan kesempatan memperbaiki relasi dengan Allah SWT.
Dengan memahami waktu pelaksanaan, tata cara sholat, serta makna di baliknya, umat Islam dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih sadar, khusyuk, dan bermakna.
