Lokasi Kali Cikarang Disebut Sering Makan Korban, Warga Minta Orang Tua Perketat Pengawasan Anak

Minggu 30 Nov 2025, 16:54 WIB
Warga menyaksikan operasi pencarian tenggelamnya tiga bocah di Kali Cikarang, Kampung Tanah Baru, Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. (Sumber: POSKOTA | Foto: Nurpini Aulia Rapika)

Warga menyaksikan operasi pencarian tenggelamnya tiga bocah di Kali Cikarang, Kampung Tanah Baru, Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. (Sumber: POSKOTA | Foto: Nurpini Aulia Rapika)

CIKARANG UTARA, POSKOTA.CO.ID - Lokasi tenggelamnya tiga bocah laki-laki di Kali Cikarang, Kampung Tanah Baru, Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, disebut warga sebagai titik rawan yang kerap memakan korban jiwa.

Nining, 57 tahun, warga sekitar, mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali terjadi. Dalam beberapa waktu terakhir, ada pula warga yang tenggelam ketika mandi dan memancing di lokasi tersebut.

“Udah sering di sini kejadiannya. Dia lagi berdua sama temannya nyari ikan, katanya terus kepeleset. Enggak tahunya udah enggak ada, tenggelam,” ujar Nining, Minggu, 30 November 2025.

Nining menjelaskan, sebagian besar korban yang tewas tenggelam bukanlah warga sekitar.

Baca Juga: Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Sindang Barang Bogor

“Biasanya korbannya itu orang jauh-jauh. Sekarang ini yang bocah tenggelam orang Madura sama Jawa. Yang satu orang sini,” ucapnya.

Menurut Nining, kawasan tersebut memang kerap dijadikan tempat mandi dan memancing, namun warga sudah berkali-kali memperingatkan agar anak-anak tidak bermain di area kali.

“Warga udah sering ingetin. Karena memang kalinya dalam. Tapi namanya bocah, walaupun udah dilarang, mereka diem-diem loncat tanpa sepengetahuan orang tuanya,” katanya.

Warga lainnya, Darmih 46 tahun, juga mengaku khawatir karena kejadian serupa terus berulang. Ia menilai orang tua harus memberi pengawasan ekstra.

“Kalau udah kejadian kayak gini siapa yang mau tanggung jawab? Makanya orang tua harus lebih waspada lagi,” ucap Darmih.

Berdasarkan pantauan Poskota di lokasi, Tempat Kejadian Perkara (TKP) cukup jauh dari permukiman warga. Area sekitar dipenuhi pepohonan dan semak, dengan akses jalan menurun serta berbatu.

“Padahal jalan ke sini cukup sulit. Tapi kadang bocah tiba-tiba loncat ke kali, melompat dari pohon itu. Apalagi ini kalinya cukup dalam,” kata Darmih.

Sebelumnya, tiga bocah bernama Fatan, 6 tahun; Abiyasa, 5 tahun, dan Fatur, 6 tahun, diduga terseret arus Kali Cikarang pada Sabtu 29 November 2025 sekitar pukul 14.30 WIB. Dua korban, Fatan dan Abiyasa, telah ditemukan meninggal dunia sekitar 1 Km dari tempat kejadian.

Baca Juga: Korban Terakhir yang Tenggelam di Kali Cikeas Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup

“Korban atas nama Fatan ditemukan pukul 09.35 WIB sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian. Abiyasa ditemukan pukul 10.00 WIB sekitar 1,35 kilometer, tidak jauh dari korban pertama,” ujar Komandan Tim Basarnas Unit Siaga SAR Bekasi, I Putu Suwartika.

Putu menyebut pihaknya baru menerima laporan adanya anak yang tenggelam sekitar pukul 18.00 WIB. Ia mengatakan di tidak ada saksi yang melihat langsung ketiga anak tersebut tenggelam.

“Berita masih simpang siur apakah korban tenggelam atau tidak. Karena memang tidak ada saksi yang melihat langsung,” jelasnya.

Ia menjelaskan, debit air Kali Cikarang saat ini sedang tinggi, banyak sampah dan batu besar yang menghambat pencarian.

“Kemarin debit air memang deras. Hambatannya banyak obstacle seperti sampah dan bebatuan,” ungkapnya.

Karena arus deras dan kondisi membahayakan, tim SAR menggunakan teknik jangkar tanpa penyelaman.

“Penyelaman tidak mungkin dilakukan karena visibility nol dan sangat berbahaya bagi penyelam,” tegas Putu. (cr-3)


Berita Terkait


News Update