JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan rencana menghadirkan LPDP versi Jakarta saat bertemu diaspora Indonesia di Berlin, Jerman, pada Jumat, 28 November 2025.
Adapun program beasiswa luar negeri itu, disebut akan menjadi bagian dari upaya Pemprov Jakarta memperluas akses pendidikan sekaligus mendorong kontribusi diaspora dalam pembangunan ibu kota sebagai kota global.
Pramono menyampaikan bahwa diaspora memiliki peran strategis untuk berpartisipasi dalam membangun Jakarta sebagai kota global.
“Jakarta dibangun mulai dari masyarakatnya. Jakarta bertekad membangun kota yang ramah dan inklusif untuk semua warganya,” ucap Pramono dalam keterangannya, Sabtu, 29 November 2025.
Baca Juga: Link Pengumuman Seleksi Substansi Beasiswa LPDP Tahap 2 2025, Cek Hasil Kelolosan di Sini
Menurut Pramono, saat ini dirinya tengah memprioritaskan akses pendidikan yang merata di ibu kota. Tak hanya menambah jumlah penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang kini telah mencakup 707.513 peserta didik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga melakukan pemutihan ijazah dengan target 6.652 peserta didik sepanjang tahun 2025.
“Dengan pemutihan ijazah, mereka bisa melanjutkan pendidikan tinggi atau bekerja. Diharapkan, kesejahteraan mereka juga semakin meningkat,” ujar Pramono.
Lebih lanjut, Pramono mengungkapkan, penyaluran bantuan pendidikan tinggi berupa Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) akan diperluas cakupannya hingga jenjang S2 dan S3.
Selain itu, dikatakan Pramono, Pemprov Jakarta juga akan menyiapkan beasiswa untuk bersekolah ke luar negeri.
“Kami akan adakan “LPDP versi Jakarta”. Harapannya, anak-anak muda di Jakarta semakin terpacu dan mendapatkan kesempatan bersekolah di luar negeri, kemudian kembali ke Jakarta untuk bersama-sama membangun kota,” ujar dia.
Pramono mengatakan, berbagai upaya saat ini tengah dilakukan guna menyongsong Jakarta bertransformasi sebagai kota global. Salah satunya meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas transportasi publik.
