“Wali kelasnya bagus benar. Selalu komunikasi dengan anaknya di kelas, ditanyain apakah ada masalah, bercanda berlebihan, dan lainnya. Semua jawabannya tidak ada. Termasuk almarhum menulis tidak ada masalah,” katanya.
Kendati begitu, Frida menyebut, korban tidak pernah menceritakan keluhan kepada gurunya. Pihaknya juga telah melakukan mediasi begitu muncul laporan masalah antarsiswa pada 22 Oktober.
Sekolah juga telah mendatangi keluarga salah seorang siswa diduga terlibat perundungan. Ia disebut berkeinginan masuk pesantren, tetapi masih dibicarakan sambal menunggu keputusan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
“Kondisinya lagi tertekan dan kami tidak ingin membebani dia dulu. Sudah, dua guru yang menangani juga sudah dipanggil,” ucapnya.
