Kepsek SMPN 19 Tangsel Respons Dugaan Perundungan Siswa

Selasa 18 Nov 2025, 16:54 WIB
Ilustrasi siswa korban perundungan. (Sumber: Dok. Istimewa)

Ilustrasi siswa korban perundungan. (Sumber: Dok. Istimewa)

TANGERANG SELATAN, POSKOTA.CO.ID - Kepala Sekolah SMPN 19 Tangerang Selatan (Tangsel), Frida Tesalonik merespons dugaan perundungan seorang siswa berusia 13 tahun.

Berdasarkan laporan wali kelas, Frida menyebut, korban sudah tercatat beberapa kali tidak masuk sekolah sejak awal tahun ajaran.

“Memang menurut informasi dari wali kelasnya, anak ini sering tidak masuk. Izin sakit dari semenjak bulan Juli, kurang lebih ada tujuh kali,” kata Frida kepada awak media, Selasa, 18 November 2025.

Dalam perkara ini, MH diduga meninggal dunia setelah mengalami dugaan tindakan perundungan (bullying) dari sejumlah teman di lingkungan sekolahnya tersebut.

Baca Juga: Dugaan Perundungan di SMPN 19 Tangsel, Siswa-Guru Diperiksa

Korban diduga mendapatkan perundungan beberapa kali sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kemudian, korban dikabarkan dipukul teman sekelasnya menggunakan bangku, Senin, 20 Oktober 2025.

Menurutnya, korban dikenal pendiam dan tampak lemas, tapi pihak sekolah belum mengetahui dengan pasti sakit yang dialami. Ia memastikan semua izin sudah tercatat lengkap di absensi dan telah diserahkan saat pihak sekolah memberikan keterangan di Polres.

“Sudah ada izin sakit sebelum ada bullying itu," ucap dia.

Ia membantah, tudingan pihaknya bersikap abai. Wali kelas secara rutin berkomunikasi dengan siswa untuk memantau kondisi kelas.

Baca Juga: Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Dugaan Perundungan Siswa SMPN 19 Tangsel

Frida juga mengatakan, baru saja melakukan supervisi pembelajaran di kelas korban pada hari yang sama sebelum kejadian ramai dibicarakan.


Berita Terkait


News Update